Kelemahan Menggunakan Flowchart

Kelemahan Menggunakan Flowchart

Ketika ingin menjelaskan suatu proses kepada orang lain, Anda dapat melakukan berbagai cara. Mulai dari menjelaskan secara lisan, tulisan, hingga visual. Lalu, bagaimanakah jika proses yang ingin dijelaskan sangatlah kompleks seperti mekanisme mesin pesawat terbang, turunnya hujan, dan masih banyak lagi. Untuk menjawab kebutuhan dalam penjelasan proses, maka
flowchart
hadir sebagai “senjata”. Supaya dapat memanfaatkannya untuk berbagai keperluan, simak penjelasan terkait
flowchart
: definisi, manfaat, dan komponennya sebagai berikut.

Pengertian
Flowchart

Menurut artinya,
flowchart
yaitu diagram alur atau diagram proses. Diagram ini memuat komponen berupa simbol visual sebagai representasi suatu proses. Adapun proses dapat terbentuk dari hubungan antar komponen diakui secara universal sehingga dapat dimengerti oleh seluruh kalangan.

Sebagai gambaran awal, berikut ini merupakan salah satu contoh diagram proses.

Proses pembuatan
flowchart
selalu diawal dengan komponen terminator sebagai penanda awalan proses. Komponen terminator ini terhubung dengan komponen lain melalui
flow
atau panah sesuai dengan alur yang ada. Anda juga perlu memikirkan skenario tidak normal yang mungkin terjadi. Setelah proses berakhir, diagram ini akan memuat komponen terminator sebagai akhiran proses.

Manfaat
Flowchart

Eksistensi
flowchart
memberikan berbagai manfaat untuk berbagai kalangan. Beberapa manfaat yang sering muncul terdapat pada penjelasan sebagai berikut.

  • Menjadi alat komunikasi atau “penghubung” antara tim IT dan tim bisnis. Dalam menggambarkan sistem kerja produk berdasarkan algoritma yang dibuat oleh tim IT, maka pembuatan diagram proses dapat membantu tim bisnis dalam memahaminya. Artinya, tim bisnis tidak perlu memahami kode program yang kompleks dan asing.
  • Dapat menjadi aset atau dokumentasi atas karya. Bagi perusahaan atau organisasi, adanya turunan bukti atas karya, penemuan, atau pencapaian dapat ditulis dalam diagram proses. Perusahaan besar bahkan memiliki dokumen khusus kumpulan diagram yang dibutuhkan.
  • Mampu mempercepat proses pengembangan produk. Diagram proses merupakan salah satu jenis UML yang menjadi bagian dari standar tahap pengembangan. Artinya, adanya diagram proses dapat menjadi panduan pembuatan kode progam yang lebih cepat dan lebih jelas.
  • Menjadi alat penerjemah suatu logika. Suatu program dapat tersusun dari algoritma yang kompleks, bahkan belum pernah ada sebelumnya. Supaya suatu kerangka pikir atau logika dapat dimengerti secara seragam, maka logika ditransformasikan menjadi diagram proses. Hal ini juga berlaku untuk karya fisik, seperti cara kerja mesin, alat, dan berbagai sistem fisik lainnya.
  • Membantu evaluasi atau pengukuran kinerja suatu proses. Karena menunjukkan berbagai langkah, maka proses evaluasi dapat dilakukan dengan meninjau setiap detail aktivitas. Anda dapat mengetahui aktivitas mana yang bermasalah, dapat diperbaiki, atau atau perlu dihilangkan supaya lebih singkat.
Baca Juga :   Hasil Perkebunan Myanmar

Komponen
Flowchart

Di dalam
flowchart, terdapat beragam komponen penyusun yang saling terhubung membentuk proses. Adapun komponen yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Persegi panjang
    sebagai representasi suatu kegiatan atau proses yang sedang berlangsung.

  • Arrow
    atau anak panah

    sebagai representasi
    flow
    atau alur. Saat Anda melihat komponen ini, maka terdapat perubahan antara suatu proses menjadi proses lainnya.

  • Diamond

    atau
    belah ketupat
    sebagai representasi suatu pemilihan dengan jawaban ya atau tidak saja.
  • Terminator
    sebagai representasi awalan atau akhiran proses
  • Jajar genjang
    sebagai representasi input (masukan) atau output (keluaran).
  • Bentuk atau pola dokumen
    sebagai representasi dokumen atau
    file
    yang terlibat.
  • Lingkaran
    sebagai representasi konektor atau penanda keluar dan masuknya atau penyambungan proses dalam laman (page) yang sama.
  • Trapesium terbalik
    sebagai representasi operasi manual atau proses yang tidak dilakukan oleh komputer.

Kelebihan dan Kekurangan

Selain
flowchart, terdapat berbagai diagram lain yang mampu menjelaskan proses suatu kegiatan. Namun
flowchart
memiliki kelebihan tertentu yang cocok dengan kebutuhan Anda sebagai berikut.

  • Mudah dibuat. Seiring dengan meningkatknya kebutuhan untuk membuat diagram proses, maka hampir semua
    tools
    kekinian telah menyediakan
    template flowchart. Beberapa
    tools
    yang terkenal antara lain adalah
    Visual Epitome,
    draw.io,
    Lucid Nautical chart,
    Miro, dan masih banyak lagi. Jika ingin membuatnya secara manual, Anda hanya membutuhkan kertas dan pensil saja. Hal ini tidak merepotkan seperti diagram lain yang membutuhkan krayon warna untuk komponen tertentu serta tidak menuntut skill desain grafis tertentu.
  • Mudah dipahami. Karena makna komponen berlaku sama dimanapun, maka pembuatan dan pembacaan diagram proses akan sama. Hal ini menjadi aspek yang penting dalam sebuah diagram supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman.
  • Fleksibel. Jika ditelusuri secara lebih lanjut, diagram proses memiliki banyak jenis yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Adapun beberapa jenis di antaranya ialah
    flowchart

    sistem, dokumen, semantik, program, dan proses.
  • Berlaku umum. Seperti penjelasan pada bagian manfaat, Anda dapat mengetahui bahwa diagram proses cocok diterapkan untuk berbagai industri. Diagram proses kian menjadi standar atas proses perencanaan pengembangan serta dokumentasi produk.
Pengertian Flowchart Definisi, Manfaat, Cara Membuat di Power Point dan Komponennya
Flowchart: Definisi, Manfaat, dan Komponennya (Sumber: Flaticon)

Di balik kelebihannya,
flowchart
memiliki beberapa kekurangan. Adanya pertimbangan pembuatan diagram tambahan kerap terjadi untuk menyempurnakan kekurangan
flowchart
sebagai berikut.

  • Belum mampu menjelaskan alur data. Diagram proses tidak memuat alur data secara spesifik. Untuk menggambarkannya, Anda dapat membuat Data Flow Diagram (DFD) yang memuat proses dan Data Store.
  • Kurang cocok untuk menjelaskan setiap peran saat terdapat banyak aktor. Diagram proses hanya menggambarkan sudut pandang dari 1 aktor saja. Jika ingin menunjukkan detail aktivitas untuk beberapa aktor, Anda dapat memanfaatkan diagram
    use case
    atau diagram
    sequence.

Melalui penjelasan seputar
flowchart : definisi, manfaat, dan komponennya, kini Anda dapat memanfaatnya sesuai strategi. Pembuatan diagram pun dapat dilakukan dengan mudah sesuai dengan aturan komponen yang berlaku secara universal. Selamat mencoba, ya!

Baca Juga :   Jenis Jembatan Pasupati

Kelemahan Menggunakan Flowchart

Source: https://adammuiz.com/flowchart/