Larutan penyangga

Larutan penyangga,
larutan dapar, atau

buffer

merupakan larutan yang dipergunakan kepada mempertahankan nilai pH tertentu supaya tidak jumlah berubah selama reaksi kimia berlangsung. Sifat yang khas dari larutan penyangga ini merupakan pH-nya hanya berubah sedikit dengan pemberian sedikit asam kuat atau basa kuat.

Larutan penyangga tersusun dari asam lemah dengan basa konjugatnya atau oleh basa lemah dengan asam konjugatnya. Reaksi di selang kedua komponen penyusun ini dikata kepada reaksi asam-basa konjugasi.

Daftar pokok

  • ane
    Komponen Larutan Penyangga
  • 2
    Prosedur kerja larutan penyangga

    • two.1
      Larutan penyangga asam
    • 2.ii
      Larutan penyangga basa
  • 3
    Aturan pH Larutan Penyangga

    • 3.1
      Larutan penyangga asam
    • 3.two
      Larutan penyangga basa
  • 4
    Fungsi Larutan Penyangga
  • v
    Pranala luar

Komponen Larutan Penyangga

Secara umum, larutan penyangga digambarkan kepada campuran yang terdiri dari:

  • Asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (ion A-), campuran ini memproduksi larutan bersifat asam.
  • Basa lemah (B) dan asam konjugasinya (BH+), campuran ini memproduksi larutan bersifat basa.

Komponen larutan penyangga terbagi menjadi:

  • Larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah asam (pH < 7). Kepada mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya yang merupakan basa konjugasi dari asamnya. Adapun prosedur yang lain yaitu mencampurkan suatu asam lemah dengan suatu basa kuat dimana asam lemahnya dicampurkan dalam jumlah mempunyai lebihnya. Campuran akan memproduksi garam yang mengandung basa konjugasi dari asam lemah yang bersangkutan. Pada umumnya basa kuat yang dipergunakan seperti natriumNa), kalium, barium, kalsium, dan kepadanya.

  • Larutan penyangga yang bersifat basa
Baca Juga :   Apa Kang Dikarepake Guru Wilangan

Larutan ini mempertahankan pH pada daerah basa (pH > 7). Kepada mendapatkan larutan ini dapat dibuat dari basa lemah dan garam, yang garamnya berasal dari asam kuat. Adapun prosedur yang lain yaitu dengan mencampurkan suatu basa lemah dengan suatu asam kuat dimana basa lemahnya dicampurkan mempunyai lebihnya.

Prosedur kerja larutan penyangga

Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat adun ion H+ maupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat tidak mengubah pH-nya secara signifikan. Berikut ini prosedur kerja larutan penyangga:

Larutan penyangga asam

Adapun prosedur kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO- yang mengalami kesetimbangan. Dengan bagian kepada berikut:

  • Pada penambahan asam

Penambahan asam (H+) akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Dimana ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk molekul CH3COOH.


CH3COO-(aq) + H+(aq) → CH3COOH(aq)

  • Pada penambahan basa

Bila yang ditambahkan merupakan suatu basa, maka ion OH- dari basa itu akan bereaksi dengan ion H+ membentuk cairan. Hal ini akan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan sehingga konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Jadi, penambahan basa menyebabkan susutnya komponen asam (CH3COOH), bukan ion H+. Basa yang ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH membentuk ion CH3COO- dan cairan.


CH3COOH(aq) + OH-(aq) → CH3COO-(aq) + H2O(l)

Larutan penyangga basa

Adapun prosedur kerjanya dapat dilihat pada larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+ yang mengalami kesetimbangan. Dengan bagian kepada berikut:

  • Pada penambahan asam

Bila ditambahkan suatu asam, maka ion H+ dari asam akan mengikat ion OH-. Hal tersebut menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Disamping itu penambahan ini menyebabkan susutnya komponen basa (NH3), bukannya ion OH-. Asam yang ditambahkan bereaksi dengan basa NH3 membentuk ion NH4+.

Baca Juga :   Latihan Pengembangan Postur Tubuh Berguna Untuk


NH3 (aq) + H+(aq) → NH4+ (aq)

  • Pada penambahan basa

Bila yang ditambahkan merupakan suatu basa, maka kesetimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) dan cairan.


NH4+ (aq) + OH-(aq) → NH3 (aq) + H2O(l)

Aturan pH Larutan Penyangga

Larutan penyangga asam

Dapat dipergunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:


[H+] = Ka x a/valxg


atau


pH = p Ka – log a/yard

dengan, Ka = tetapan ionisasi asam lemah

a = jumlah mol asam lemah
g = jumlah mol basa konjugasi

Larutan penyangga basa

Dapat dipergunakan tetapan ionisasi dalam menentukan konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan dengan rumus berikut:


[OH-] = Kb 10 b/valxg



atau



pOH = p Kb – log b/g

pH = 14 – pOH

dengan, Kb = tetapan ionisasi basa lemah

b = konsentrasi basa lemah
g = konsentrasi asam konjugasi

Fungsi Larutan Penyangga

Beradanya larutan penyangga ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat-obatan, fotografi, industri kulit dan zat warna. Selain aplikasi tersebut, terdapat fungsi penerapan pemikiran larutan penyangga ini dalam tubuh manusia seperti pada cairan tubuh. Cairan tubuh ini mampu dalam cairan intrasel maupun cairan ekstrasel. Dimana sistem penyangga utama dalam cairan intraselnya seperti H2PO4- dan HPO42- yang dapat bereaksi dengan suatu asam dan basa. Adapun sistem penyangga tersebut, dapat menjaga pH darah yang hampir konstan yaitu lebih kurang 7,4. Selain itu penerapan larutan penyangga ini dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari seperti pada obat tetes mata. Pada obat tetes mata memiliki pH yang sama dengan cairan tubuh kita, supaya tidak menimbulkan efek samping.

Baca Juga :   Contoh Ukara Panyendhu

Pranala luar

  • Online pH buffer calculator
  • phosphate buffer



edunitas.com