Alat Cetak Tanpa Acuan Cetak Permanen Non Impact Printing

Alat Cetak Tanpa Acuan Cetak Permanen Non Impact Printing

Beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi grafika dipengaruhi oleh kemajuan bidang teknologi informasi. Bermunculannya berbagai merek mesin cetak membuat kian maraknya bisnis di sektor ini.

Meski era digital terutama yang berkaitan dengan ebook, emagz, dan segala yang berbau elektronik sekarang mulai marak. Disinyalir teknologi cetak konvensional masih tetap bertahan.

Jika kita ingin mengetahui lebih lanjut tentang ilmu grafika itu sendiri, sebenarnya diambil dari bahasa Yunani ‘Graphos’ yang berarti huruf atau lambang. Difinisi lebih lanjut menurut bahasa, grafika adalah segala cara mengungkapkan (pikiran, gagasan, perasaan, pengalaman) dengan huruf, tanda, atau gambar yang diperbanyak dengan mencetak guna disampaikan ke khalayak umum sebagai media masa (Leksikon Grafika, Pusgrafin – Depdiknas 1080).

Secara garis besar teknologi cetak terbagi menjadi dua:

  1. Teknologi cetak dengan acuan cetak permanen (konvensional)
  2. Teknologi cetak tanpa acuan cetak permanen (non impact printing/NIP teknologi)

Yang masuk Teknologi cetak konvensional meliputi, Cetak Tinggi, Cetak Datar, Cetak Dalam, Cetak Saring.

Teknologi Cetak Konvensional

Kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi berjalan begitu cepat. Dalam dunia grafika pun mengalami perkembangan yang cukup pesat, teknologi cetak konvensional dengan acuan cetak permanenpun kini sudah mencapai tahapan yang luar biasa. Sebagai pendampingnya, teknologi cetak Non Touch on Press (NIP) juga berkembang begitu cepat.

Tidak jadi masalah teknologi cetak mana yang akan kita pakai. Sebab keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Karakteristik, kebutuhan, dan praktis adalah hal pokok yang membedakan kedua teknologi cetak tersebut.

Sebelumnya sudah pernah sedikit saya singgung tentang teknologi cetak secara garis besar. Kali ini kita akan sedikit membahas lebih dalam masing-masing teknologi cetak konvensional tersebut. Sekedar merefresh artikel sebelumnya, teknologi cetak konvensional dibagi menjadi beberapa macam, yaitu Teknologi Cetak Tinggi (Letterpress/Flexography), Cetak Datar (Lithography), Cetak Dalam (Rotography), Cetak Saring (Screen Printing). Sudah kita pelajari pula perbedaan paling mendasar dari masing-masing teknologi cetak tersebut yaitu pada acuan cetaknya.

Baca Juga :   Bola Voli Terbuat Dari

Teknologi Cetak Tinggi (Letterpress/Flexography)

Teknologi cetak tinggi sebenarnya dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu Letter Printing dan Flexography. Metode mencetaknya juga memiliki kemiripan. Pembeda yang paling jelas dari keduanya terletak pada bahan acuan cetaknya. Letter press acuan cetak terbuat dari bahan keras atau logam timah, sedangkan Flexography acuan cetak terbuat dari bahan lunak semacam karet/ plastik Photopolymer ( bahan peka cahaya dan lunak ).Pada teknologi cetak tinggi ada beberapa istilah yang dipakai :

  1. Platen Press/Degel Press, bertemunya dua bidang persegi panjang pada proses cetak.
  2. Cylinder Printing, bertemunya bidang datar dan silinder cetak.
  3. Rotary Press, pertemuan dua buah Cylender/ lebih dalam pelaksanaan cetaknya.
  4. Rotary Web, sama dengan Rotary Press tetapi kertas cetaknya berupa rol/ gulungan.

Untuk lebih jelas perbedaannya, perhatikan gambar berikut.

Berikut yang termasuk alat cetak tanpa acuan cetak permanen adalah

(1) Plater Press, (2) Cylinder Press, (3) Rotary Press

Teknologi Cetak Datar (Lithography)

Dikatakan cetak datar karena acuan cetak  pada permukaan area gambar tidak terlihat/datar. Acuan cetak sama tinggi dengan bidang gambar. Istilah lain yang paling populer di masyarakat adalah Cetak Commencement. Cetak offset bisa berupa lembaran (Sail Fed) atau berupa gulungan (Web Fed). Masing-masing memiliki kelebihan. Terutama untuk yang Web Fed mampu mencetak dalam kapasistas dengan jumlah lebih besar, biasanya untuk pembuatan surat kabar, majalah yang memiliki oplah besar. Untuk cetak sheet lebih banyak digunakan di perusahaan kecil menengah, kebanyakan untuk cetakan yang tidak terlalu besar, seperti brosur, poster, leaflet, dan lain-lain.

Teknologi Cetak Dalam (Rotography)

Disebut cetak dalam karena bagian yang mencetak letaknya lebih rendah dari acuan cetaknya. Biasa disebut juga dengan teknologi cetak rotography, intaglio, photogravure. Hasil cetakannya, biasanya dapat dirasakan menebal di permukaan. Kebalikan dari cetak letter of the alphabet press yang cenderung membentuk permukaan di bagian belakang cetakan.

Baca Juga :   5 Pangkat 6

Berikut yang termasuk alat cetak tanpa acuan cetak permanen adalah

Bagian pada skema cetak Rotography

Berikut yang termasuk alat cetak tanpa acuan cetak permanen adalah

Acuan Cetak Rotogravure

Kelebihan cetak rotogravure adalah kapasitas cetak yang sangat besar. Misal untuk produk kemasan fleksibel snack, shampoo.
Hasil cetakan juga bisa berupa lembaran (Canvas Fed) maupun Rol/gulungan (Web Fed).

Berikut yang termasuk alat cetak tanpa acuan cetak permanen adalah

Contoh Acuan Cetak dan Hasil Cetakan

Teknologi Cetak Saring (Screen Printing)

Disebut teknologi cetak saring, karena acuan cetaknya berupa saringan (screen). Yang paling sederhana adalah cetak sablon. Kelebihan dari cetak saring bisa mencetak di segala bentuk media, datar, lengkung, atau bahkan tidak rata. Cetakan juga bisa berupa rol atau lembaran. Cara mencetaknya merupakan dorong langsung, artinya selama proses mencetak berlangsung tinta akan didorong langsung melalui pori – pori yang telah dibuat untuk melewatkan tinta cetak langsung ke media cetak yang dipergunakan.

Berikut yang termasuk alat cetak tanpa acuan cetak permanen adalah

Cetak Sablon (Screen Printing)

Non Impact Printing

Pada pembahasan kali ini akan lebih ditekankan pada teknologi cetak modernistic (Non Bear on Press) atau kata lainnya adalah teknologi cetak dengan acuan cetak tidak tetap. Contoh paling sederhana yang dapat kita jumpai dalam keseharian adalah printer inkjet yang kita gunakan. Dikatakan sebagai teknologi cetak dengan acuan tidak tetap, karena sistem cetaknya dikontrol langsung oleh image processor sebagai dasar order cetakan yang langsung dicetak secara menyeluruh dalam acuan cetak secara digital. Secara teoritis, teknologi NIP dibagi menjadi beberapa bagian.

  1. Electrophotography

    Metode mencetak tanpa menggunakan plate. Teknologi ini paling banyak digunakan sampai sekarang serta mampu mencetak informasi yang berbeda pada satu perintah cetak dengan multiwarna. Misalkan cetak booklet dengan berbagai variasi isi dapat diproduksi dalam jumlah terbatas. Misalkan menggunakan deskjet printer.
  2. Ionography

    Teknologi ini juga dikenal dengan pemindahan ion atau elektron. Proses ionigraphy adalah mencetak gambar dengan menggunakan cartridge elektron yang menghasilkan muatan negatif pada permukaan nonkonduktif. Permukaan nonkonduktif terdiri dari sebuah drum dengan dielektrik permukaan aluminium oksida yang menarik toner magnetik. Ionography menggunakan muatan listrik statis untuk menarik partikel toner dari drum ke substrat yang kemudian dicetakkan.
  3. Magnetography

    Magnetography mirip dengan teknologi ionography, bedanya drum yang digunakan adalah magnetik. Gambar elektronik dirubah menjadi muatan magnet pada pulsate. Kemudian menarik toner yang mengandung partikel besi.
    Cetakan ini cocok untuk mencetak warna-warna spot serta banyak digunakan untuk mencetak barcode dan tiket.
  4. Inkjet

    Sistem kerjanya adalah cartridge menyemprotkan tinta pada permukaan kertas yang akan dicetak berdasarkan informasi digital dari komputer.
  5. Thermography

    Mencetak dengan teknik pemanasan. Teknologi ini dibagi menjadi thermal transfer, thermal dye sublimasi, dan transfer lilin panas.
  6. Photography

    Digunakan pada cetak foto konvensional pada ruang gelap menggunakan kertas khusus yang peka cahaya.
Baca Juga :   Sikap Awal Gerakan Handstand Adalah

Berdasarkan reproduksi informasinya, teknologi cetak NIP dibagi menjadi:

  1. Cetak Statis

    Sama dengan metode cetak konvensional, artinya informasi yang sama dapat dicetak dalam jumlah banyak atau berulang-ulang.
  2. Cetak Dinamis

    Dapat mencetak informasi yang berbeda-beda pada tiap lembarnya. Contoh cetak buku dengan isi yang berbeda tiap halaman.

Kelebihan menggunakan teknologi cetak NIP

  1. Short Run Press

    Dapat mencetak dengan tiras atau jumlah di bawah m exp, full color, bahkan mencetak ane, 10 maupun jumlah tertentu.
  2. Personalisasi

    Unik, mampu mencetak dengan hasil yang berbeda bergantung pemesan, meskipun dicetak secara bersamaan.
  3. Printing on Demand

    Mampu mencetak sesuai kebutuhan, dimana saja, kapan saja.
  4. Distribution Press

    Data digital dapat dicetak bersamaan walaupun di tempat yang berbeda.
  5. Variable Data Press

    Information yang akan dicetak dapat dirubah sewaktu-waktu, sehingga dapat disesuikan dengan keinginan.

Permalink one Komentar

Alat Cetak Tanpa Acuan Cetak Permanen Non Impact Printing

Source: https://adaberapa.com/berikut-yang-termasuk-alat-cetak-tanpa-acuan-cetak-permanen-adalah