Contoh Huruf Asaliyah

Contoh Huruf Asaliyah

Setiap huruf yang digunakan dalam penulisan Bahasa Arab, memiliki makharijul huruf sendiri-sendiri. Salah satu makharijul huruf tersebut, ada yang dinamakan dengan syafawiyyah. Lantas apa sebenarnya pengertian syafawiyah itu? Simak ulasannya di sini.

Syafawiyah

Syafawiyah disebut juga dengan syafhiyyah. Istilah ini digunakan untuk menyebut huruf-huruf yang keluar dari bibir. Karena itu, huruf-huruf yang tergolong dalam huruf syafhiyyah, memiliki makhraj di bibir bawah bagian dalam, atau pada dua bibir. Titik poinnya adalah, bibir memiliki andil besar terhadap makhraj dari huruf yang tergolong dalam huruf syafawiyah.

Arti syafawiyah secara bahasa adalah bangsa bibir. Dari sini, tentu Anda sudah bisa menerka dengan baik pengertian syafawiyah.

Huruf-Huruf Syafawiyah

Dalam satu penjelasan disebutkan, jumlah huruf syafawiyah hanya ada 4. Huruf-huruf tersebut adalah:

  1. Huruf wawu (و), tetapi bukan wawu yang merupakan huruf mad.
  2. Huruf fa’ (ف)
  3. Huruf mim (م)
  4. Huruf ba’ (ب)

Meski demikian, Imam Sibawaih dan Imam Fara’ menyebut, huruf yang tergolong huruf syafawiyah ada lima. Kelimanya adalah empat huruf yang sudah disebutkan di atas, ditambah huruf wawu yang merupakan huruf mad. Dengan kata lain, dua imam tersebut menambahkan bahwa wawu huruf mad masuk ke dalam huruf syafawiyah.

Contoh Makhraj Huruf-Huruf Syafawiyah

Di mana letak makhraj empat huruf yang tergolong dalam huruf syafawiyah?

Huruf syafawiyah memiliki makhraj yang sebagian besar adalah bibir. Meski demikian, makhraj masing-masing huruf tersebut berbeda. Letaknya saja yang dekat. Sifat masing-masing huruf juga berbeda. Untuk itu, Anda bisa mengamati penjelasan masing-masing huruf syafawiyah berikut ini:

  • Huruf Wawu

Makhraj huruf wawu berada pada dua bibir bawah dengan posisi terbuka. Hal ini seperti penjelasan yang ditulis dalam Kitab Fathul Mannan. Suara wawu ini tergolong tidak besar. Ketika terdapat huruf wawu yang saling berdampingan, masing-masing wawu harus dibaca dengan jelas. Tidak boleh, wawu tersebut dibaca samar. Ini semacam wawu yang terdapat pada lafadz:

Baca Juga :   Tari Garuda Nusantara Berasal Dari


وَوُجُوهٌ

[القيامة/24]

Ketika terdapat wawu sebagai huruf mad, dan setelahnya adalah huruf wawu juga, maka tidak diperkenankan mengidghomkan dua huruf wawu tersebut. Hal ini seperti wawu yang terdapat pada lafadz:


آَمَنُوا وَعَمِلُوا

[البقرة/25]

Jika terdapat huruf wawu yang menyandang tasydid, dan Anda membacanya waqaf, maka pastikan untuk menekan wawu tersebut dengan kuat. Ini seperti contoh:


لِبَعْضٍ عَدُوٌّ

[البقرة/36]

  • Huruf Fa’

Makhraj huruf fa’ berada di antara bibir bawah bagian dalam, serta dua ujung gigi seri bagian atas. Huruf fa’ ini harus dibaca idzhar jika bertemu dengan wawu, mim, serta ba’. Jadi, meskipun huruf-huruf tersebut adalah bagian dari huruf syafawiyah, bukan artinya suatu lafadz bisa dibaca idghom ketika huruf-huruf tersebut bertemu.

Perhatikan contoh berikut!


تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا

[طه/69]


لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ

[العنكبوت/33]


إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ

[سبأ/ix]

Pada masing-masing contoh tersebut, huruf fa’ mati harus dibaca jelas.

  • Huruf Mim

Makhraj huruf mim berada di antara dua bibir, tetapi dengan posisi menutup rapat. Ketika diucapkan, suaranya sedikit besar, apalagi jika bertemu dengan huruf tafkhim. Huruf mim sering ikut dibaca tebal jika bertemu dengan huruf tafkhim. Ini seperti mim yang terdapat pada lafadz:


مَخْمَصَةٍ

[المائدة/three]


بِمَقْعَدِهِمْ

[التوبة/81]


الْمَغْضُوبِ

[الفاتحة/seven]

Ketika huruf ini menyandang tasydid, atau dihukumi ikhfa’, maka pastikan untuk menyempurnakan bacaan ghunnah mim tersebut. Anda bisa lihat contoh lafadz berikut agar lebih mudah untuk memahaminya:


مِمَّنْ مَنَعَ

[البقرة/114]


إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ

[العاديات/11]

  • Huruf Ba’

Makhraj huruf ba’ berada di antara dua bibir dengan posisi tertutup. Karena itu, secara makhraj, huruf ini sama dengan huruf mim.

Hanya saja, sifat-sifat dua huruf ini berbeda. Misalnya, huruf ba’ memiliki sifat qolqolah, tidak demikian dengan huruf mim. Karena itu, ketika ba’ menyandang sukun, sifat-sifat qolqolahnya harus benar-benar dijaga. Contohnya lafadz:

Baca Juga :   Baiatun Artinya


وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ

[البقرة/7]

Ketika bertemu dengan huruf tafkhim, pastikan untuk tidak menebalkan huruf ba’ karena mengikut cara membaca huruf tafkhim. Ini seperti lafadz berikut:


وَبَطَلَ

[الأعراف/118]

Ulasan tentang pengertian syafawiyah ini cukup, ya. Jangan lupa untuk terus memperbanyak referensi agar para pembaca sekalian dapat lebih mudah dalam memahami bacaan dalam Al-Qur’an. Trimakasih,

Contoh Huruf Asaliyah

Source: https://www.hukumtajwid.com/2020/02/syafawiyah.html