Membuat poster dapat dikatakan telah menjadi kebutuhan sehari-hari di zaman ini. Hal itu karena poster adalah media kuat yang dapat digunakan untuk menarik perhatian masyarakat luas untuk tujuan yang dibutuhkan. Poster juga dapat dijadikan media untuk mengajak orang-orang untuk melakukan suatu kebaikan. Sosial media seperti instagram juga kini telah menjadi media yang cepat untuk menyebarkan poster tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

Ya, mungkin secara tidak langsung kita semua pernah membuat poster yang tidak dicetak lalu menyebarkannya pada akun sosial media kita. Kini poster tidak hanya dapat disebarkan melalui media fisik saja. Lalu jika poster kini tidak harus dicetak, sebetulnya apa substansi atau inti dari poster itu sendiri? bagaimana cara membuatnya? simak pembahasan lengkap yang berdasarkan pendapat para ahli di bawah ini.

Pengertian Affiche

Poster adalah sarana untuk menyampaikan pesan melalui bahasa yang jelas, singkat dan mudah dipahami dan dilengkapi oleh gambar, foto, dekorasi grafis sebagai ilustrasi dan pelengkap penjelasan pesan.

Poster sering digunakan untuk mempromosikan berbagai kegiatan atau pertunjukan seperti pementasan flick, tari, musik, teater dsb. Selain itu, poster juga banyak digunakan untuk mengampanyekan berbagai pesan sosial seperti isu lingkungan, kesehatan, dan sebagainya.

Affiche adalah media komunikasi efektif untuk menyampaikan pesan singkat, padat dan impresif, karena ukutannya yang relatif besar. (Kustandi dan Sutjipto, 2011, hlm. 50).

Sementara itu, Hasnun (2006, hlm. 253) menyatakan bahwa poster adalah gambar atau tulisan diatas kertas atau kain yang dipasang ditempat umum dan berisi pemberitahuan yang beragam berdasarkan tujuan dan kebutuhannya.

Masih menuju pada medan makna yang sama, Sudjana dan Rivai (2005, hlm. 51) berpendapat bahwa affiche adalah kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan warna dan pesan yang bermaksud untuk menangkap perhatian orang banyak dan dapat menanamkan gagasan didalam ingatan mereka.

Dapat disimpulkan bahwa poster tidak hanya berarti media cetak promosi yang harus ditempelkan di tempat umum. Esensi dari poster sendiri justru adalah pemberitahuan, penanam gagasan, atau penyampai pesan melalui teks singkat yang dilengkapi gambar serta hiasan grafis agar dapat lebih efektif dan menarik dalam mengemban tujuan dan kebutuhannya.

Konsep Membuat Poster

Membuat poster berarti menciptakan karya seni yang memuat komposisi huruf dan gambar. Maka dari itu salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah keselarasan dan kesatuan antara huruf dan gambar yang kita susun. Dibutuhkan perhatian khusus pula terhadap tipografi atau penyusunan format teks dalam membuat affiche agar teks tampak lebih menarik namun tetap dapat dibaca dengan mudah oleh masyarakat.

Poster juga harus dibuat dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Terdapat poster yang dibuat dengan ukuran besar, ada juga yang dibuat dengan ukuran kecil. Penempatan poster juga harus menjadi salah satu pertimbangan dalam mendesainnya.

Baca Juga :   18 12 3

Jika poster yang kita buat kecil namun poster akan ditempelkan ditempat yang tinggi, maka huruf yang kita gunakan haruslah cukup besar agar terbaca dari pemirsanya yang berada dibawah. Poster juga harus menggunakan gambar yang kontras agar menarik perhatian. Apalagi jika poster ditempelkan di sarana mading misalnya, dimana banyak poster lain juga ditempelkan.

Saat membuat poster bermedia digital dan disebarkan pada media digital seperti sosial media, berbagai pertimbangan ini juga harus tetap diperhatikan. Misalnya, pastikan judul utama affiche menggunakan ukuran dan jenis huruf yang dapat terbaca tanpa membutuhkan pengguna untuk melakukan
zoom-in
(perbesaran) pada gambar poster yang kita sebar.

Fungsi Membuat Poster (Fungsi Poster)

Fungsi poster adalah untuk menyampaikan pesan secara jelas, singkat dan menarik menggunakan bahasa/kata dan gambar. Itu adalah fungsi utamanya, namun, selain itu menurut Sudjana dan Rivai (2005, hlm. 56) poster memiliki beberapa fungsi antara lain:

  1. Sebagai Motivasi

    Poster dapat dibuat untuk mendorong motivasi seseorang, misalnya untuk meningkatkan motivasi kegiatan belajar siswa. Poster tidak memuat informasi secara langsung, namun hanya berisi ajakan, renungan, persuasi atau kisah sukses.
  2. Sebagai peringatan

    Poster dapat berisi peringatan-peringatan seperti pengingat untuk mematuhi peraturan hukum, peraturan sekolah, hingga untuk menjaga ketertiban sosial.
  3. Pengalaman kreatif

    Melalui poster kita dapat menginformasikan berbagai pementasan kreatif yang tidak hanya menyajikan hiburan saja, tetapi juga mengasah kreativitas, baik bagi para pelaku seninya, maupun yang mengadakan pementasan, pameran, bazaar, dsb.

Manfaat Poster

Berbicara mengenai manfaat poster, Hernawan, dkk. (2007, hlm. 13) menyatakan bahwa terdapat beberapa manfaat dari poster, yakni sebagai berikut.

  1. Penggerak perhatian

    Misalnya poster disimpan didekat tempat sampah dan berisi pesan “jagalah kebersihan” sebagai konteks perhatian lebih agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya.
  2. Sebagai petunjuk

    Affiche dapat menunjukan dimana suatu tempat pariwisata berada dan apa saja yang ada disana dan ditempatkan dijalan perbatasan kota sebagai bahan konsiderasi orang luar daerah untuk berwisata kesana.
  3. Sebagai peringatan

    Misalnya affiche ditempatkan didaerah yang memang memiliki angka kecelakaan tinggi, dsb.
  4. Pengalaman kreatif

    Untuk menunjukkan pertunjukan seni.
  5. Aplikasi politik & Isu sosial lainnya,
    Tidak hanya dapat diterapkan pada aplikasi politik untuk menarik simpati masyarakat, namun poster juga dapat digunakan untuk mengkampanyekan berbagai isu lingkungan atau sosial lainnya seperti ajakan untuk menanam pohon, menjaga lingkungan, dsb.

Jenis-jenis Poster

Berdasarkan pemaparan fungsi dan manfaat poster diatas, rasanya cukup jelas affiche dapat dikategorikan berdasarkan tujuan dan manfaatnya. Poster dapat dibedakan berdasarkan isi dan tujuannya, yaitu:

Jenis Poster berdasarkan Isi

Berdasarkan isi yang dimuatnya, jenis poster dapat dibagi menjadi beberapa poin di bawah ini.

  1. Poster Kegiatan

    Merupakan poster dengan informasi suatu kegiatan (event) yang akan dilaksanakan, seperti: pameran, pentas seni, kegiatan sosial dan isu lingkungan, dsb.
  2. Poster Niaga (Bisnis/Dagang)

    Yakni poster yang berisi tawaran untuk menggunakan produk/jasa seperti: poster produk minuman, makanan, poster jasa desain, dsb.
  3. Poster Layanan Masyarakat

    Merupakan poster yang berisi edukasi atau ajakan kepada masyarakat umum terhadap suatu isu yang bersangkutan dengan masyarakat, seperti: keluarga berencana, bahaya merokok, dsb.
  4. Affiche Pendidikan

    Poster yang berhubungan langsung dengan pendidikan, biasanya dibuat di sekolah atau lingkungan kampus perguruan tinggi.
Baca Juga :   Deskripsikan Dengan Singkat Tentang Sejarah Terciptanya Bola Voli

Jenis Poster berdasarkan Tujuan

Sementara itu, berdasarkan tujuannya, poster dibagi menjadi beberapa jenis di bawah ini.

  1. Poster Komersial,
    yakni poster untuk mempromosikan barang dan jasa.
  2. Poster Kampanye,
    untuk mengambil simpati masyarakat terhadap suatu isu, tokoh, atau lembaga politik.
  3. Affiche Propaganda,
    merupakan poster yang berusaha menggiring opini publik.
  4. Poster Picture,
    untuk mempromosikan sebuah karya motion picture.
  5. Affiche Komik,
    tentunya untuk mempromosikan sebuah komik.
  6. Poster Afirmasi,
    yakni poster yang ditujukan untuk memotivasi pembacanya.
  7. Affiche
    Wanted
    (Pencarian)
    ,
    untuk mencari orang hilang atau orang yang sedang dicari.
  8. Poster Cheesecake,
    untuk mencari perhatian publik, biasanya digunakan untuk merekrut calon bintang (idol).
  9. Poster Riset,
    untuk mempromosikan atau merekrut kebutuhan suatu riset/penelitian.
  10. Poster Kelas,
    digunakan untuk memberikan motivasi, pendidikan atau inspirasi bagi lingkungan pendidikan (sekolah).

Syarat Membuat Poster

Melihat fungsinya yang beragam namun berfokus pada penyampaian pesan yang efektif, maka membuat poster memerlukan perancangan yang matang. Terdapat beberapa syarat yang dapat dipenuhi untuk membuat poster yang sukses. Syarat-syarat tersebut adalah:

one. Menentukan Topik & Tujuan

Topik yang berkesinambungan dengan tujuan adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Kita harus menentukan tema berdasarkan pesan yang ingin disampaikan agar affiche efektif. Berdasarkan tema dan tujuan yang telah disiapkan tersebut kita mulai dapat memikirkan bentuk visual dan kata yang digunakan untuk membuat poster tersebut.

2. Membuat Kalimat Singkat dan Mudah Diingat

Fungsi affiche adalah mengirim pesan kepada orang yang melihatnya, sehingga setiap kata yang ada haruslah mudah dipahami dan berkesan. Dengan melihat kalimat yang berkesan, orang akan mengingatnya dengan mudah dan dapat menempel terus dipikirannya.

3. Menggunakan Gambar

Mengapa harus menggunakan gambar? Karena gambar adalah salah satu penyampai pesan yang paling menarik. Sehingga poster haruslah menggunakan gambar untuk mencapai salah satu tujuannya, yaitu menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik. Sehingga poster akan mengundang perhatian dan menarik minat baca yang melihatnya.

Rasio atau proporsi gambar dan kata harus disesuaikan dengan tema dan tujuan yang dimaksud. Poster juga dapat memuat gambar bercerita atau komik didalamnya. Namun esensi affiche harus tetap ada, yaitu menyampaikan suatu pesan dengan jelas, singkat dan menarik.

Baca Juga :   Hasil Tumbuhan Yang Diolah Menjadi Bahan Baku Pakaian Adalah

4. Menggunakan Media yang Tepat

Pemilihan media poster dilakukan dengan cara menyesuaikan tempat poster akan diletakan. Jika poster akan diletakan pada papan baliho, seperti yang sering kita lihat dijalan, maka media yang cocok adalah kain atau bahan sejenisnya. Jika poster diletakkan di dinding yang tidak terekspos langit (kemungkinan hujan) maka affiche cukup menggunakan kertas.

Berbicara media, tidak akan lepas terhadap alat pembuatannya juga. Affiche dapat dibuat dengan cara manual atau menggambarnya dengan tangan. Namun untuk hari ini, kebanyakan orang lebih banyak menggunakan alat bantu komputer untuk merancangnya, kemudian dicetak (diprint) atau disablon (cetak manual) pada medianya.

Penggunaan teknik menggambar manual akan menyulitkan kita untuk melakukan revisi setelah poster sudah terlanjur dibuat. Sementara menggunakan alat bantu komputer akan memudahkan revisi yang harus dilakukan.

Alat dan Bahan Membuat Poster

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat affiche cukup generik atau mudah ditemui dan dapat digunakan untuk membuat karya seni lain pula. Beberapa alat dan bahan yang dapat digunakkan adalah sebagai berikut.

  1. Pensil Gambar, digunakan untuk membuat sketsa untuk kemudian ditebalkan oleh ballpoint dan diwarnai oleh cat poster.
  2. Ballpoint, digunakan untuk membuat garis luar jika garis tegas diperlukan dalam suatu poster.
  3. Kuas Lukis, yakni adalah alat untuk membubuhkan cat poster yang berbentuk cairan kental seperti cat lukis pada umumnya.
  4. Cat Poster, yang merupakan true cat khusus yang dibuat untuk membuat affiche, karenanya cat ini saturasi warnanya lebih terang dan mencolok untuk mempermudah tercapainya poster yang mencolok dan menarik perhatian.
  5. Komputer, meskipun komputer dapat mengganti semua alat menggambar manual di atas, namun biasanya poster yang baik diawali oleh sketsa transmission atau menggunakan teknik gabungan transmission dan penggunaan alat bantu komputer.

Dalam penerapan pada masa kini, kita juga dapat menggunakan ponsel pintar atau smartphone untuk membuat poster. Terdapat banyak apps yang dapat digunakan untuk membuat poster. Oleh karena itu, konsep, syarat, dan perhatian detail terhadap desain serta perancangan affiche yang baik adalah hal utama yang harus diperhatikan.

Mau menggunakan media apa pun, pastikan affiche kita menarik namun tetap mudah dibaca dan dipahami serta berhasil menyapaikan pesan, ajakan, atau motivasi yang ingin kita sebarkan melalui affiche.

Referensi

  1. Hasnun, A. 2006. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Yogyakarta: Andi.
  2. Hernawan, H. dan Riyana, C. 2007. Media Pembelajaran SD. Bandung: UPI Press.
  3. Kustandi, C. dan Sutjipto, B. (2011). Media Pembelajaran: Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Republic of indonesia.
  4. Sudjana, N. & Rivai, A. 2009. Media Pengajaran. Bandung: CV. Sinar Baru Algensindo.