Indahnya Berbagi Dengan Sahabat

Indahnya Berbagi Dengan Sahabat

Cerpen – Indahnya Berbagi Pada Sahabat

Pagi itu hujan turun dengan deras. Ani merasa bingung bagaimana untuk berangkat ke sekolah. Ketika sedang memandang hujan, terdengar suara HP berdering dari kamar Ani, lantas saja Ani masuk ke kamar dan menjawab telepon.

Ternyata yang menghubungi Ani adalah Lia sahabatnya. Dalam teleponnya Lia mengatakan bahwa ia akan menjemput Ani, sebab Lia tahu jika Ani sedang kebingungan bagaimana untuk pergi ke sekolah.

Tak selang berapa lama, Lia sudah sampai di depan rumah Ani bersama ayahnya menggunakan mobil. Ani pun bergegas berpamitan pada orang tuannya dan keluar untuk menemui Lia.

Setelah sampai di sekolah, yang merupakan teman sebangku tersebut pun masuk menuju kelasnya. Istirahat pun tiba, keduanya pergi ke kantin untuk menghilangkan rasa lapar. Ketika hendak membayar ternyata Lia lupa membawa dompet. Sehingga Ani sang sahabat membayarkannya.

Popular posts from this blog

Pada suatu hari , Seorang tukang gorengan sedang berjualan di pinggir jalan. Ia selalu menyisakan sisa gorengannya tersebut kepada seorang anak yang sering main di dekat tempat dia mangkal. Anak tersebut tinggal di daerah sekitar tempat si tukang gorengan ini mangkal, sehingga ia pun sering datang kesana. Tak terasa, 20 tahun sudah berlalu. Si tukang gorengan ini masih saja berjualan gorengan, walaupun hasil berjualannya itu kadang untung kadang pula rugi. Tidak ada perubahan drastis yang terjadi pada usaha si tukang gorengan tersebut. Pada suatu hari, seseorang pemuda yang memakai jas rapih dan pakaian yang bagus dan wangi turun dari sebuah mobil mewah. Kemudian, ia menghampiri sang penjual gorengan. “Permisi pak, masih ada gorengannya? ” tanya sang pemuda tersebut. Lalu sang tukang gorengan menjawab, “Masih ada kok mas, memangnya ada apa ya?”. Sang pemuda tersebut berkata “Saya kangen sama gorengannya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru mening

Baca Juga :   Ngombe Basa Kramane

Pada suatu hari terdapat seekor ayam yang sedang mencari makan di sekitar hutan. Tanpa sang ayam menyadari, serigala yang lapar sedang mengincar sang ayam tersebut. Ia mendekati ayam jantan pelan-pelan dan segera menerkamnya. Hampir saja ayam tersebut meloloskan diri, tetapi salah satu kakinya dipegang oleh serigala. “Kena kau!” kata serigala yang segera membawa ayam tersebut ke rumahnya. Air liur serigala keluar membayangkan daging ayam yang lezat. Dia sudah sangat lapar sehingga tidak sabar untuk melahap mangsanya itu. Namun, saat serigala hendak melahapnya, ayam berkata, “Hei, aku mohon berdoalah dulu sebelum kau makan, agar kau dapat menikmati makanan tersebut dan mendapat manfaatnya.” Serigala menunda keinginannya untuk melahap ayam tersebut. “Bagaimana cara berdoa? Katakan padaku,” kata serigala kebingungan. “Manusia melipat tangannya di dada saat berdoa,” kata sang ayam. Serigala pun melipat tangan di dadanya. “Manusia juga menutup matanya saat berdoa,” kata aya

Indahnya Berbagi Dengan Sahabat

Source: http://literasi68arelarken.blogspot.com/2018/10/cerpen-indahnya-berbagi-pada-sahabat.html