pengertian daftar kode akun akuntansi

Daftar kode akun akuntansi
Akun / perkiraan
adalah catatan untuk menampung transaksi yang dicatat lewat jurnal pada siklus akuntansi. Istilah buku besar atau ledger adalah sebutan untuk macam-macam akun perkiraan tersebut.

Nah, kumpulan perkiraan atau akun tersebut biasanya sering kita lihat diberi nomer dan untuk kelompok akun yang sejenis akan diberi nomer yang urut .

Ada beberapa jenis metode pemberian nomer perkiraan diantaranya sistem decimal, system numeric dan system kombinasi.

Yang sering digunakan adalah system decimal, namun kita boleh memilih metode mana saja, yang terpenting adalah dalam penyusunannya harus sistematis, praktis dan bisa mengantisipasi perubahan dimasa datang.

Dalam Artikel Ini

  • Pengertian Kode Akun
  • Syarat Pembuatan Kode Akun Akuntansi
  • Jenis Kode Akun Akuntansi
    • 1. Sistem Decimal
    • 2. Sistem Mnemonic
    • iii. Sistem Kombinasi

Pengertian Kode Akun

Kode akun adalah nomor urut akun proses akuntansi yang berguna untuk memudahkan pencatatan ke perkiraan atau buku besar (posting).

Pengkodean akun juga memudahkan dalam klasifikasi perkiraan dan pentusunan laporan keuangan. Biasanya setiap perusahaan membuat daftar kode perkiraan atau sering disebut
nautical chart of account.

Perkiraan / akun dapat dikelompokkan menjadi perkiraan neraca dan perkiraan laba rugi. Perkiraan neraca merupakan perkiraan yang termasuk kelompok harta, kewajiban dan modal.

Sedangkan untuk yang termasuk ke dalam perkiraan laba rugi  adalah pendepatan dan beban.

Baca juga :
Penggolongan Akun Riil dan Nominal Dalam Akuntansi

Syarat Pembuatan Kode Akun Akuntansi

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kode akun diantaranya:

  1. Nomer harus unik (artinya setiap nomer hanya digunakan untuk satu akun perkiraan saja)
  2. Akun perkiraan di masukkan kedalam kelompok atau sub kelompok. Contohnya kas, piutang dan peralatan dimasukkan kedalam aktiva lancar.
  3. Perkiraan yang berkaitan hendaknya disusun secara berurutan. Contohnya: piutang dagang dengan piutang lain-lain.
  4. Penomeran diusahaan tidak terlalu ketat, alasanya akan memudahkan jika terjadi penambahan sejumlah akun baru. Contohnya : kelompok beban diberi nomer 600. 605 beban angkutan. 610 beban laiinya. Jika terjadi penambahan dapat disisipkan antara 605 -610.
  5. Nama akun rekening sebaiknya singkat dan jelas. Contohnya: Beban perjalanan dinas lebih baik daripada Beban perjalanan ke luar kota bagi direksi.

Baca juga :
Debet Dan Kredit Dalam Akuntansi : Aturan dan Perbedaan

Jenis Kode Akun Akuntansi

Kode perkiraan bisa di contohkan seperti plat nomer kendaraan. Sebuah motor misalnya bernomer Exist 1234 LI. Dari nomer kendaraan tersebut kita bisa tahu kalau motor tersebut dari Lampung karena huruf awalnya BE. Angka 1234 menunjukkan nomer urut motor tersebut.

Baca Juga :   Sebutkan Tiga Aspek

1. Sistem Decimal

kode perkiraan pada system decimal pada dasarnya diberi nomer 1 sampai nine untuk setiap kelompok perkiraan. Contohnya:

  1. Aktiva
  2. Kewajiban
  3. Ekuitas
  4. Pendapatan
  5. Harga Pokok Penjualan
  6. Beban Penjualan
  7. Beban Administrasi dan Umum
  8. Pendapatan Lain-lain
  9. Beban Lain-lain.

Pengkodean seperti diatas bisa saja hanya dari angka one samapi vii, jadi tidak mutlak menyesuaikan kebutuhan atau keinginan dari seorang akuntan sendiri.

Yang terpenting adalah setiap satu angka depan menunjukkan suatu kelompok. Cara ini akan dapat memudahkan mengetahui suatu perkiraan termasuk kelompok yang mana.

Mislnya, nomer 1001, artinya bisa dipastikan nomer tersebut termasuk kelompok aktiva karena angka depan adalah i. Dalam praktiknya, arrangement decimal lebih banyak dipakai perusahaan, alasanyya karena sistematis dan fleksibel.

Berikut ini contoh nautical chart of business relationship sistem decimal 3 digit:

No. Akun
1.
AKTIVA
11.
Aktiva Lancar
111. Kas
112. Piutang Dagang
113. Perlengkapan Kantor
114. Sewa Dibayar Dimuka
12.
Aktiva Tetap
121. Peralatan Kantor
122 Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor
two. KEWAJIBAN
21. Kewajiban lancar
211. Hutand Dagang
212. Wesel Bayar
22. Kewajiban Jangka Panjang
221. Hutang Bank
3. Modal
310. Modal Saham
320. Saldo Laba
4. PENDAPATAN
410. Jasa Konsultasi
420. Pendapatan Preparation
5. Beban
501. Beban Gaji
502. Beban Sewa
503. Beban Penyusutan
599. Beban Lain-lain

    two. Sistem Mnemonic

    Kata Mnemonic sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang artinya membantu ingatan. Kode akun dengan system mnemonic adalah membuat kode yang mudah diingat.

    Biasanya akan menggunakan singkatan atau kode huruf. Contohnya AL untuk Aktiva Lancar, AT Aktiva Tetap, KJP untuk Kewajiban Jangka Panjang, KL untuk Kewajiban Lancar. Contoh akun system mnemonic:

    AL-KK Kas Kecil
    AL-PBD Persediaan Barang Dagangan
    AT-Bang Bangunan
    B.Gj Beban Gaji
    B.Lst Beban Listrik
    B.Sw Beban Sewa

    three. Sistem Kombinasi

    System kombinasi adalah organisation dengan cara menggabungkan kedua arrangement sebelumnya yaitu huruf dengan angka untuk membuat kode perkiraan. Huruf biasanya diambil dari sistem Menemonic. Berikut contoh kode akun system kombinasi:

    NO KELAS
    ,
    KELOMPOK
     DAN JENIS AKUN
    SISTEM NUMERIK SISTEM DESIMAL SISTEM INEMORIK SISTEM KOMBINASI
    one HARTA 1 one H H ane
    1. Harta lancar xi 1.1 HL H xi
    1. kas 111 1.1.1 HL-Thousand HL 111
    ii.surat-surat berharga 112 i.1.two HL-SB HL 112
    iii.piutang usaha 113 1.1.3 HL-PU HL 113
    iv.wesel tagih 114 1.1.four HL-WT HL 114
    five.persekot / uang usaha 115 1.1.v HL-P HL 115
    6.pendapatan yang masih harus di terima 116 ane.i.6 HL-Pmhd HL 116
    vii.persediann barang dagang 117 i.ane.7 HL-Pbd HL 117
    8.perlengkapan tokoh 118 1.1.eight HL-PT HL 118
    9.perlengkapan kantor 119 1.1.ix HL-PK HL 119
    two. Investasi 12 1.2 Hullo HI 12
    1.berupa uang tunai 121 i.two.1 Hullo-Just Hello 121
    2.surat berharga 122 one.2.two HI-SD HI 122
    three. Harta tetap berwujud 13 1.3 HTB HTB 13
    1.peralatan tokoh 131 1.iii.1 HTB-PT  HTB 131
    2.peralatan kantor 132 1.3.ii HTB-PK  HTB 132
    3.kendaraan 133 one.3.iii HTB-K  HTB 133
    four.mesin 134 1.3.4 HTB-M  HTB 134
    5.bangunan 135 1.iii.five HTB-B  HTB 135
    6.tanah 136 1.3.6 HTB-T  HTB 136
    4. Harta tetap tak berwujud 14 14 HTTB HTTB 14
    1.copy correct 141 141 HTTB-CR HTTB 141
    ii.hak paten 142 142 HTTB-HP HTTB 142
    iii.hak merek 143 143 HTTB-HM HTTB 143
    4.hak cipta 144 144 HTTB-HC HTTB 144
    5.practiced will 145 145 HTTB-GW HTTB 145
    6.paransais 146 146 HTTB-P HTTB 146
     5. Harta lain-lain fifteen xv HLL HLL 15
    1.semua yang rusak 151 151 HLL-SYR HLL 151
    ii UTANG 2 2 U U two
    1.

    Utang jangka pendek
    21 two.1 UJPD UJPD 21
    1.utang usaha 211 2.1.1 UJPD-UU UJPD 211
    2.utang bunga 212 2.1.2 UJPD-UB UJPD 212
    iii.utang gaji 213 2.ane.3 UJPD-UG UJPD 213
    4.utang sewa 214 2.one.4 UJPD-US UJPD 214
    5.beban yang harus di bayar 215 two.1.5 UJPD-BHB UJPD 215
    half dozen.beban yang diterima dimuka 216 2.1.6 UJPD-BDM UJPD 216
    7.utang listrik 217 2..one.7 UJPD-UL UJPD 217
    8.utang bayar 218 2.1.8 UJPD-UIB UJPD 218
    2.

    Utang jangka panjang
    22 22 UJP UJP 22
    1.utang banking company 221 2.2.1 UJP-UB UJP 221
    2.utang ipotik 222 2.ii.2 UJP-UI UJP 222
    3.utang KIK 223 2.2.iii UJP-KIK UJP 223
    4.utang KUK 224 2.2.iv UJP-KUK UJP 224
    5.utang KUM 225 2.2.v UJP-KUM UJP 225
    vi.utang KRIDA 226 two.2.half-dozen UJP-KRIDA UJP 226
    7.utang KMKP 227 ii.2.vii UJP-KMKP UJP 227
    3 MODAL 3 3 M M 3
    ane.

    Modal sendiri
    31 3.1 MSD MS 31
    1. Modal berupa uang tunai 311 iii.ane.one MSD-UT MS 311
    2.modal berupa surat berharga 312 three.1.ii MSD-SB MS 312
    2.

    Modal pinjaman
    32 3.two MP MP 32
    1.modal pinjaman berupa uang tunai 321 3.2.i MP-UT MP 321
    2.Modal pinjaman surat berharga 322 3.ii.two MP-SB MP 322
    3.

    Modal saham
    33 3.three MS MS 33
    ane.modal saham biasa 331 3.iii.1 MS-SB MS 331
    ii.modal saham istimewa 332 3.3.2 MS-SI MS 332
    4 PENDAPATAN 4 iv P P four
    1.

    Pendapatan usaha
    41 4.1 PU-PJ PU 41
    1.pendapatan jasa salon 411 4.1.1 PU-PJS PU 411
    2.pendapatan jasa angkutan 412 4.1.2 PU-PJA PU 412
    3.pendapatan jasa bengkel 413 four.1.iii PU-PJB PU 413
    four.pendapatan jasa servis 414 4.1.4 PU-PJS PU 414
    five.pendapatan jasa tailor 415 iv.1.5 PU-PJT PU 415
    6.pendapatan jasa londri 416 4.ane.vi PU-PJL PU 416
    vii.pendapatan jasa komisi 417 4.1.vii PU-PJK PU 417
    2.

    pendapatan di luar usaha
    42 42 PLU PLU 42
    one.pendapatan bunga 421 4.ii.1 PLU-Pb PLU 421
    2.laba penjualan harta 422 4.2.ii PLU-PH PLU 422
    5 BEBAN 5 v B B 5
    one.

    Beban usaha
    51 5.1 BU BU 51
    1.beban gaji 511 5.one.1 BU-BG BU 511
    2.beban sewa 512 five.1.ii BU-BS BU 512
    three.beban listrik 513 5.1.3 BU-BL BU 513
    four.beban asuransi 514 5.1.4 BU-BA BU 514
    5.beban perlengkapan 515 5.1.5 BU-BP BU 515
    6.beban penyusunan harga tetap 516 5.1.six BU-Bpht BU 516
    seven.beban rupa-rupa 517 5.1.7 BU-R BU 517
    ii.

    Beban di luar usaha
    52 five.2 BLU BLU 52
    one.beban bunga 521 5.ii.1 BLU-BB BLU 521
    2.beban penjualan harta 522 v.2.two BLU-BPH BLU 522
    3.kecurian uang/barang 523 5.two.three BLU-KU BLU 523
    Baca Juga :   Efek Berganda Disebut Juga

    Itulah tadi Pengertian dan Daftar Kode Akun Akuntansi Perusahaan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Sekian dan terimakasih.

    Baca juga :
    14 Bidang Akuntansi Dan Profesinya