Di Kelas Atau Di Kelas

Di Kelas Atau Di Kelas





“Anak-anakku semua, coba kalian perhatikan kondisi kelas ini,” tanya guru pada siswanya.







“Dinding kelasnya jelek, banyak tembok yang mengelupas,” jawab siswanya







“Meja dan kursinya kotor Pak, untuk menulis nggak enak,” jawab siswa lainnya







“Taplak meja guru kusam Pak, sepertinya lama nggak dicuci, bau sekali,“keluh siswi yang duduk  pada deretan meja paling depan







Sang guru yang berdiri di depan kelas tampak sabar dan tenang mendengarkan semua jawaban dan keluhan siswa-siswinya. Sambil menatap semua wajah siswa/i, beliau bertanya kepada siswa/inya,”Jika anda mampu dan bisa, apa yang akan kalian lakukan pada kelas ini?, menurut Bapak, kalian tidak perlu memperbaiki dinding kelas dan tembok yang banyak mengelupas, itu semua urusan sekolah dan pemerintah, pasti perlu dana yang tidak sedikit, dan Bapak yakin kalian semua tidak akan mampu membiayai semua itu,” jelas gurunya dengan bijaksana.







“Saran Bapak, jika mampu, kalian cukup membuat alas meja menjadi enak dipakai untuk belajar di kelas. Kalian semua cukup iuran sekedarnya untuk membeli kertas berwarna hijau, isolasi warna hitam dan plastik sesuai jumlah meja yang dipakai kalian semua,” ujar gurunya







“Iya Pak, kami mampu, bisa dan sanggup untuk mengerjakan sesuai saran Bapak, “ tegas seluruh siswa/i dengan serempak








“Baiklah, jika kalian semua ingin suasana kelas ini mendukung untuk suskes dan lancarnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, mohon semua pengurus kelas ini untuk berbagi tugas dan tanggung jawab dengan seluruh anggota kelas ini,” jelas gurunya







Akhirnya dalam hitungan hari, semua meja siswa dan meja guru tertutup kertas berwarna dan plastik, dengan pinggiran isolasi warna hitam, sehingga menjadi lebih baik dan indah untuk dipakai belajar di kelas. Alhamdulillah, ini sesuai dengan prinsip gurunya; bahwa jika saya mampu, saya bantu. Jika saya bisa, saya lakukan. Yang penting bermanfaat.



Baca Juga :   Kapan Kesenian Reog Iku Digelar





Kisah di atas menggambarkan tugas tambahan guru sebagai Wali Kelas, di luar tugas utamanya sebagai Guru Mata Pelajaran. Di sekolah kami, muncul “guyonan dan candaan” bahwa guru yang mendapat tambahan sebagai Wali Kelas mendapat julukan “Guru yang Berkelas”. Adapun yang tidak mendapat tugas tambahan sebagai Wali Kelas, cukup diberi julukan “Guru tidak Berkelas”.







Menurut penulis, julukan itu bukan hanya sekedar “guyonan dan candaan” biasa, tapi menjadi semangat dan motivasi untuk berbuat yang terbaik bagi kelas binaannya. Setiap pagi (mulai hari Senin s.d hari Kamis), fifteen menit sebelum jam pelajaran dimulai, pihak sekolah “mewajibkan” setiap wali kelas untuk melakukan pembinaan kepada seluruh siswa/inya.








Ini namanya “Pembinaan Wali Kelas”, penulis pun melakukan tugasnya sebagai wali kelas dengan cara memeriksa kehadiran, memeriksa piket kebersihan kelas, menanyakan kondisi kesehatan, membaca doa bersama dengan nyaring (baca surat Al Fatehah, surat Al Ikhlas, surat Al Falaq, dan surat An Naas serta ayat Kursi), memberi nasehat, melakukan “pembinaan” bagi siswa yang terlambat dengan penuh kasih sayang. Semua itu dilakukan agar semua kondisi siswa/i SIAP untuk menerima pelajaran dari semua guru, mulai jam ke i s.d jam ke 10 (pukul 07.00 WIB – 12.15 WIB).







Tidak hanya itu, penulis pun harus melanjutkan memerika kondisi kelas (terutama kebersihan kelas dan cek kehadiran siswa/i) setiap pukul x.00 WIB dan pukul 12.15 WIB (saat pulang sekolah), apakah kondisi kelas tetap bersih?, atau apakah siswa tetap terpantau untuk aktif mengikuti pelajaran?.







Suatu ketika, penulis harus memanggil orang tua/wali murid ke sekolah berkaitan dengan sikap dan tingkah laku putranya yang bermasalah. Penulis berkoordinasi dengan guru BK untuk melakukan klarifikasi, konfirmasi dan tindak lanjut terhadap kondisi anaknya. Alhamdulillah, cara ini membuat siswa tersebut tetap masuk sekolah secara konsisten dan aktif mengikuti pelajaran.



Baca Juga :   Kagyat Tegese





Bahkan, setiap wali kelas harus siap menerima kritikan, keluhan dan komplain dari guru mata pelajaran lainnya tentang sikap, perbuatan dan tingkah laku siswa/i binaannya. Alhamdulillah, wali kelas dengan sabar bisa menerima semua itu dengan jiwa yang besar. Ini merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh setiap guru yang mendapat tugas tambahan sebagai Wali Kelas.







Semoga barokah ….







Penulis,







Syaiful Rohman







Guru Biologi SMAN 1 Sampang



Di Kelas Atau Di Kelas

Source: https://smansampang1.sch.id/opini-guru/wali-kelas-guru-yang-berkelas