Siapa Nama Adik Umar Bin Khattab

Siapa Nama Adik Umar Bin Khattab

Abode Gaya Hidup Gaya Lainnya

KISAH SAHABAT NABI

Rabu, 14 April 2021 17:00 WIB

Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin. Berikut kisah Umar masuk Islam dan menjadi khalifah.(Foto: Dok. Istock)

Jakarta, CNN Indonesia

Umar bin Khattab adalah


sahabat Nabi



Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin. Umar adalah khalifah kedua yang meneruskan perjuangan


Rasulullah


setelah Abu Bakar ash-Shiddiq. Umar menjadi khulafaur rasyidin selama 10 tahun pada 634-644 Masehi atau tahun 13-23 Hijriah.

Nabi Muhammad SAW memberikan julukan Umar bin Khattab dengan sebutan Al-Faruq yang artinya pembeda. Umar mampu membenakan kebenaran dan kebatilan. Gelar Umar bin Khattab lainnya adalah Amirul Mukminin yang berarti pemimpin orang-orang beriman.

Umar bin Khattab terkenal sebagai sosok yang keras dan pemberani. Bahkan sebelum masuk Islam, Umar sangat menentang Nabi Muhammad. Dia ditakuti kaum Muslimin karena kerap menyiksa pengikut Rasulullah.

Pada suatu hari, amarah Umar pun pecah. Dengan gagah berani, Umar membawa pedang hendak membunuh Rasulullah. Namun, di perjalanan dia justru bertemu Nu’aim bin Abdillah yang memberi tahu bahwa adik Umar, Fathimah telah masuk Islam.

Umar pun berbalik dan bergegas menemui adiknya dengan emosi yang membuncah. Di depan rumah, Umar justru mendengar Fathimah dan suaminya membaca Alquran.

Umar menampar Fathimah. Sang adik lantas tersungkur dan menangis. Umar pun melihat bacaan Alquran yang sedang dibaca adiknya. Dia tersentuh dengan bacaan surat Taha itu. Hatinya pun luluh.

Seketika Umar ingin bertemu Muhammad.

Umar bin Khattab menemui Rasulullah. Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi Muhammad SAW. Umar bin Khattab adalah khulafaur rasyidin kedua.(Foto: iStockphoto/mvcreation)

“Tunjukkan aku keberadaan Muhammad,” kata Umar, seperti dikutip dari Kisah-Kisah Inspiratif Sahabat Nabi karya Muhammad Nasrulloh.

Kali ini, Umar tak ingin membunuh Nabi Muhammad melainkan hendak masuk Islam. Umar menuju Darul Arqam, tempat Nabi Muhammad berkumpul dengan para sahabat.

Saat Umar datang, para sahabat panik dan takut Umar bakal menyerang. namun, Rasulullah justru membukakan pintu untuk Umar.

“Apa yang membawamu datang kemari wahai Umar?” tanya Rasulullah.

Umar pun menjawab dia beriman kepada Allah. Umar pun mengucapkan kalimat syahadat. Rasulullah dan para sahabat menyambut bahagia keislaman Umar dengan bertakbir.

Umar bin Khattab mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda mempercayai Allah SWT dan Nabi Muhammad sebagi utusannya. Umar bin Khattab adalah Khulafaur Rasyidin kedua, dia juga sahabat nabi yang dekat dengan Rasulullah. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Setelah Umar masuk Islam, Umar menyarankan Rasulullah agar tak lagi menyiarkan Islam dengan sembunyi-sembunyi. Rasulullah dan para sahabat mulai berdakwah dengan terang-terangan. Pengikut Nabi Muhammad pun semakin berkembang.

Umar juga orang yang paling terdepan membela dan melindungi Nabi Muhammad. Umar selalu setia berada di sisi Rasulullah. Dia ikut dalam setiap peperangan. Umar bahkan disebut sebagai sahabat utama Nabi Muhammad setelah Abu Bakar.

Saat Rasulullah meninggal, Umar merupakan salah satu orang yang paling terpukul. Umar dan sahabat nabi lainnya bertekad melanjutkan perjuangan sang Baginda. Ketika itu Abu Bakar ditunjuk menjadi khalifah dan Umar dipercaya menjadi salah satu penasihatnya.

Setelah Abu Bakar meninggal, Umar pun ditunjuk menjadi khalifah kedua. Di bawah pimpinan Umar, Islam semakin berkembang pesat. Umar mampu mengambil alih Mesopotamia, sebagian Persia dari Kekaisaran Sassanid. Umar juga juga mengambil alih Mesir, Palestina, Suriah, Afrika Utara, dan Armenia dari Kekaisaran Romawi

Baca Juga :   Bagaimanakah Karakteristik Televisi Sebagai Media Penyampai Iklan

Umar juga banyak mengubah tatanan pemerintahan. Umar mulai melakukan sensus dan mulai menghitung penanggalan Islam saat peristiwa Hijrah. Inilah asal usul nama tahun Hijriah.

Umar bin Khattab meninggal dunia karena dibunuh oleh Abu Lukluk saat akan menjadi imam salat Subuh. Setelah Umar meninggal dunia, posisi khalifah diduduki oleh Utsman bin Affan.

(ptj/ptj)

Saksikan Video di Bawah Ini:

TOPIK TERKAIT

Selengkapnya

Siapakah nama adik umar bin khattab yang lebih dahulu masuk islam ?

Jawaban:

Nama adik Umar bin Khattab yang lebih dahulu masuk Islam adalahFatimah binti Khattab

Pembahasan:

Umar bin Khattab adalah salah satu tokoh sahabat yang paling terkenal dan kemudian menjadi khalifah kedua setelah meninggalnya Nabi Muhammad.

Namun, di masa mudanya, Umar bin Khattab merupakan salah satu penentang dakwah Islam yang paling keras. Namun sikap ini berubah seiring peristiwa yang terjadi ketika Umar mengetahui bahwa adiknya,Fatimah binti Khattab telah memeluk Islam.

Fatimah binti Khattab bersama suaminyaSaid bin Zaid merupakan dua orang yang awal memeluk Islam di awal masa dakwah Nabi Muhammad di Mekkah. Awalnya, Fatimah dan suaminya menyimpan rahasia bahwa mereka sudah memeluk Islam. Hal ini karena mereka takut dengan saudara Fatimah, yaitu Umar, yang terkenal sebagai penentang Nabi Muhammad.

Suatu hari ketika Umar datang, kedua pasangan ini sedang membaca Al-Quran. Umar dengan marah menanyakan apa yang mereka baca dan memukul Said bin Zaid. Fatimah berdiri untuk membela suaminya, dan Umar memukulnya dengan keras sehingga adiknya sendiri itu berdarah. Fatimah dan suaminya itu akhirnya mengakui bahwa mereka sudah Muslim.

Saat melihat darah Fatimah, Umar menyesal atas apa yang telah ia lakukan, dan meminta untuk melihat apa yang telah mereka baca. Yang dibaca adalah surat Ta-Ha, surat Al-Qur’an yang kedua puluh. Terkesan oleh keindahan kata-kata Al-Quran itu, Umar memutuskan untuk menjadi seorang Muslim.

Fatimah Binti Khattab Bin Naufal Al-Quraisyi adalah saudara perempuan Al-Faruq Umar Bin Khattab. Ia termasuk wanita angkatan pertama yang berbaiat kepada Rasulullah. Ia memeluk Islam sebelum saudara lelakinya masuk Islam. Tapi ia selalu menyembunyikan keIslamannya dari saudara lakinya yang bengis waktu itu. Ia hidup berkhidmat kepada dakwah Islam, dan dalam berkhidmat dia mengalami banyak peristiwa. Khabab Bin Al-Arat berungkali mengajari Fatimah dan Sa’advertisement Bin Zaid (suaminya) membaca al-Qur’an. Dengan tekun Khabab memberikan hafal-hafalan ayat-ayat Allah. Ia bacakan, lalu mereka menirukan hingga kemudioan hafal. Para pakar menceritakan tentang peristiwa masuk Islamnya Umar Bin Khattab sebagai berikut: Pada suatu hari Umar Bin Khattab pergi dengan menghunus pedang untuk membunuh Rasulullah. Ditengan jalan, ia bertemu dengan seorang laki-laki dari golongan Bani Zahrah, kemudian menanyakan hendak kemana tujuan Umar pergi? Lalu Umar mengatakan bahwa ia bermaksud hendak membunuh Muhammad Bin Abdillah. Mendengar jawaban Umar, lelaki tersebut memperingatkan Umar bahwa Bani Hasyim dan Bani Zahrah akan memberikan pembalasan yang lebih kejam, bila sampai membunuh Muhammad. Lalu lelaki itu mengalihkan pembicaran kepada masalah yang sangat ajaib yang perlu Umar pikirkan. Lalu Umar menanyakan masalah yang dirasa ajaib itu. Lantas ia menjawab, “Wahai Umar, sebaiknya anda pergi saja menemui saudara perempuanmu dan suaminya. Karena mereka telah meninggalkan agama nenek moyangnya, dan beriman kepada ajaran yang dibawa Muhammad”. Mendengar kabar tersebut, Umar segera mengubah tujuan, pergi kerumah saudara perempuannya. Setelah sampai dirumah Fatimah ternyata disana ada Khabab Bin Al-Arat. Mengetahui Umar datang, Khabab langsung bersembunyi. Lalu Umar menanyakan suara yang didengarnya dari luar pintu. Fatimah segera mengambil lembaran yang berisi ayat-ayat al-Qur’an, dan menyembunyikan kedalam sakunya. Lalu Fatimah dan suaminya bertanya kepada umar, ”Ya Umar, adakah engkau mendengar sesuatu?” Jawab Umar, ”Demi Tuhan, aku telah mendengar kabar, bahwa kamu berdua telah mengikuti agama Muhammad.” Lantas Umar memukul Sa’ad (adik iparnya). Fatimah segera berdiri menghalangi, tetapi ia malah dipukul juga, hingga terluka dan berdarah mukanya. Spontan Fatimah dan Sa’ad menyampaikan pernyataan dihadapan Umar, bahwa mereka telah masuk Islam serta beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan kepada Umar mereka mempersilahkan untuk berbuat apa saja terhadap diri mereka. Melihat darah mengalir diwajah adiknya, Umar merasa menyesal, lalu berkata kepada mereka, ”berikan kepadaku lembaran yang kalian baca tadi, agar aku dapat melihat apa yang dibawa Muhammad.” Jawab Fatimah, ” Kami takut engkau berbuat kasar terhadapnya.” Lalu Umar berkata, ” Jangan takut. Aku tidak akan berbuat sesuatu.” Umar pun kembali bersumpah dengan menyebut nama-nama berhala, bahwa ia akan mengembalikan tulisan tersebut setelah dibaca. Setelah Umar mengucapkan sumpah atas nama berhala, timbullah keinginan dari Fatimah, agar kakaknya masuk Islam. lalu ia berkata, wahai saudarku! Sesungguhnya engkau najis lantaran kesyirikanmu, sedangkan lembaran ini tidak boleh disentuh kecuali orang-orang yang suci. Oleh karena itu mandilah lebih dahulu sebelum engkau menyentuh lembaran ini.” kemudian Umar memenuhi apa yang menjadi perintah adiknya. Ia langsung mandi. Setelah selesai mandi, lalu fatimah memberikan Shahifah kepada Umar. Dan ternyata dalam lembaran itu terdapat tulisan al-Qur’an yang terjemahannya sebagai berikut: ”Thaha. Kami tidak menurunkan al-Qur’an ini agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut kepada Allah, yakni diturunkan dari Allah yang menciptakan dari bumi dan langit yang tinggi. Yakni Tuhan Yang Maha Pemurah, yang bersemayam di atas Arsy. kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang ada diantara keduanya, dan semua yang ada di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang baik).” (QS. Thaha: 1-8). Setelah selesai membaca teks ayat-ayat al-Qur’an yang berada dalam lembaran yang diberikan oleh Fatimah, lalu Umar berkata, ”alangkah indah dan mulianya kalam ini.” Mendengar kabar Umar, bahwa lembaran yang dibaca berisikan sesuatu yang indah lagi mulia, Khabab Bin Al-Araq kemudian segera keluar dari persembunyiaannya. Ia bersembunyi karena takut di hajar Umar Bin Khattab. Lalu ia berkata, ”Ya Umar, demi Allah sungguh aku sangat mengharapkan engkau menjadi orang yang diistiwamakan Allah lantaran doa Rasulullah. Sebab kemarin aku telah mendengar beliau berdoa; ” Allahumma Ayyidil Islama Bi Abil Hakam Ibni Hisyam Au Bi Umar Ibnil Khattab; (Ya Allah perkuatlah Islam dengan Abil Hakam Bin Hisyam (Abu Jahal) atau Dengan Umar Bin Khathab.” karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah, wahai Umar.” lalu Umar berkata,” Wahai Khabab tunjukkanlah kepadaku dimana Muhammad berada. Aku akan masuk Islam.” Jawab Khabab,”Beliau sedang berada disebuah rumah di dekat sahafa bersama beberapa orang sahabat.” Umar lalu menyarungkan pedangnya dan pergi menemui Rasulullah. Setelah sampai kepada tempat yang dituju, Umar segera mengetuk pintu, berdirilah seorang sahabat meengintip dari celah-celah pintu. Dan ternyata yang berada diluar adalah Umar Bin Khattab sambil menyandang pedang. Lalu ia kembali kepada Rasulullah dengan perasaan takut, seraya berkata, ”Ya Rasulullah, yang ada diluar adalah Umar Bin Khathab. Ia menyandang pedang.” Lalu Hamzah Bin Abdul Muthallib berkata, persilahkan ia masuk.” bila ia bermaksud baik, maka kita sambut dengan baik. Dan bila dia bermaksud jahat, maka kita bunuh ia dengan pedangnya sendiri.” Lantas Rasulullah bersabda, ” Izinkan Umar masuk.” Setelah Rasulullah memberikan izin, Umar Bin Khattab segera dipersilahkan masuk dan beliau temui di beranda. Lalu ia memegang tali celana atau selendang, kemudian mengikat erat-erat, seraya berkata, ”Wahai putra al-Khattab, apakah yang mengantarkan dirimu kemari?” Umar menjawab, ya Rasulullah, aku datang untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta semua ajaran yang datang dari sisi Allah.” mendengar jawaban Umar, Rasulullah langsung bertakbir, hingga seluruh penghuni rumah itu (para sahabat) mengetahui, bahwa Umar telah memeluk Islam. kemudian berpencarlah para sahabat, dan mereka merasa bangga setelah Hamzah dan Umar masuk Islam. Mereka tahu, bahwa kedua orang ini akan menjadi pembela dan pelindung Rasulullah dari gangguan dan serangan musuh. Itulah salah satu kisah masuknya Islam singa padang pasir -orang menyebutnya terhadap Umar Bin Khattab-. Ia tergugah hatinya, lantaran membaca kalam Ilahi, berkat bimbingan adik kandungnya Fatimah bin Khattab. Ia tidak malu-malu berlutut di hadapan Rasulullah menyatakan keIslamannya. Kalau dulu pedangnya selalu terhunus untuk mengahmpiri leher pendukung-pendukung Muhammad, kini terhunus untuk memangal kepada setiap orang yang berani mengahalangi dakwah Islam. Karena itu, ia mendapat gelar al-Faruq (pemisah yang hak dan yang batil).

Baca Juga :   Bagaimana Cara Berjalan Di Dalam Air

Fatimah Binti Khattab termasuk wanita yang dikarunia usia panjang. Ia masih berkesempatan menyaksikan kakak kandungnya menjadi khalifah yang menggantikan Abu Bakar Shidiq. Fatimah termasuk salah seorang diantara sepuluh orang yang mula-mula masuk Islam serta menganjurkan kaum wanita Quraisy untuk mengikuti jejak kakaknya. Sampai akhirnya banyak wanita dan laki-laki Quraisy yang masuk Islam karenanya. Fatimah juga seorang sastrawati yang andal, cerdas dan sangat mencintai kebajikan. Ia telah berhasil meluluhkan kakak kandungnya yang keras bagai batu karang, yang atas bimbingannya kemudian menyatakan masuk Islam. Wallahu A’lam Bi Every bit-Shawab.


Siapa Nama Adik Umar Bin Khattab

Source: https://hasilcopa.com/adik-umar-bin-khattab-yang-membaca-al-quran-bernama