Seni Musik Tradisional Memiliki Media Utama Seperti Musik Lainnya Yaitu

Seni Musik Tradisional Memiliki Media Utama Seperti Musik Lainnya Yaitu

Medium Seni Musik –

Grameds
pasti sudah tidak asing
dong ya
dengan keberadaan seni musik ini! Yap, sebagian besar manusia di muka bumi ini memang menggantungkan hidupnya pada musik. Bahkan diketahui juga bahwa seni musik menjadi bentuk karya seni yang memiliki banyak penggemar, tak terlepas dari itu seni musik modern maupun seni musik tradisional. Selain itu, musik juga menjadi cara lain untuk mengekspresikan perasaan, ide, atau emosi, selain dengan bersastra.

Sama halnya dengan karya seni lain, seni musik ini juga memiliki mediumnya tersendiri. Medium seni musik inilah yang menjadikan sesuatu hal tersebut mampu disebut dengan musik dan dikenal oleh banyak orang. Lalu sebenarnya, apa
sih
medium dari seni musik itu? Bagaimana sejarah dari keberadaan musik yang akhirnya dapat berkembang menjadi beragam jenisnya ini? Apa pula fungsi dari seni musik yang ternyata telah dikenal di mata budaya dan agama yang ada di muka bumi ini? Nah, supaya
Grameds
memahami akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://world wide web.pexels.com/

Mengenal Apa Itu Medium Dalam Seni Musik

Jika membahas mengenai

apa medium dari seni musik, maka jawabannya adalah zip
. Yap, seni musik hadir dalam kehidupan manusia ini berupa bentuk atas kesatuan irama, melodi, harmoni, bentuk dan gaya, serta ekspresi.
Grameds
pasti juga tahu bukan jika seni musik itu tidak melulu hanya ada instrumen saja, tetapi juga disertai dengan vokal. Hal ini berarti, ketika terdapat seseorang yang mengetahui cara memainkan sebuah alat musik atau membuat instrumental, tetapi dirinya tidak memahami teknik vokal maka tidak dapat  disebut sebagai pemusik. Sementara jika dalam karya seni lainnya, misalnya seni tari maka mediumnya adalah tubuh manusia.

Pengertian Seni Musik

Lalu jika ada pertanyaan lagi mengenai apa itu seni musik, apakah
Grameds
sudah tahu apa definisi yang tepat untuk hal tersebut?

Berhubung dalam istilah “seni musik” ini terdapat kata “seni” yang mana identik pada keindahan, kesenangan, dan rekreasi, maka musik yang diciptakan biasanya akan disesuaikan dengan selera pendengar. Namun jika dalam dunia pendidikan, maka seni ini akan berkaitan erat dengan pengaruhnya terhadap perkembangan mental dan fisik peserta didik. Tidak hanya itu saja, saat ini pendidikan seni musik sudah masuk dalam sistem pendidikan nasional, yang mana akan membentuk perilaku peserta didik ke arah yang lebih baik sebab seni juga dapat mengenalkan mereka akan nilai dan norma yang ada di masyarakat.

Menurut Jamalus, seni musik memiliki definisi berupa sesuatu yang menghasilkan sebuah karya seni dalam wujud bunyi. Dari bunyi tersebut kemudian dapat menjadi lagu atau komposisi lain yang menunjukkan gagasan dan perasaan penciptanya, melalui unsur-unsur musik seperti irama, harmoni, melodi, susunan lagu, dan ekspresi menjadi satu kesatuan. Sementara itu, David Ewen juga turut berpendapat bahwa seni musik merupakan ilmu pengetahuan serta seni mengenai kombinasi atas ritmik dan beberapa cypher. Baik vokal maupun bentuk instrumen turut melingkupi pada sebuah melodi dan harmoni sebagai bentuk ekspresi yang hendak diungkapkan.

Baca Juga :   Jelaskan Secara Singkat Rangkaian Peristiwa Usulan Lambang Negara

Nah, dari beberapa pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa seni musik ini adalah suatu karya seni yang gagasan dan perasaannya berwujudkan pada lagu dengan komposisi dari unsur-unsur musik seperti irama, harmoni, melodi, dan ekspresi menjadi satu kesatuan. Perlu diketahui juga
ya Grameds
bahwa seni musik ini adalah produk keindahan dari usaha manusia dalam menciptakan keindahan melalui pengaturan bunyi yang diaransemen secara teratur. Usaha tersebut biasanya dilakukan secara sengaja untuk memperoleh kepuasan hati yang mampu dinikmati oleh indera pendengaran manusia.

Jenis dan Karakter Dalam Seni Musik

Grameds
pasti juga sudah tahu
dong
jika musik-musik yang ada di belahan bumi ini memiliki beragam jenis. Setiap jenis dari seni musik itu memiliki ciri khas atau karakteristik masing-masing sehingga setiap jenis seni musik satu dengan yang lainnya dapat berbeda karakternya. Nah, berikut adalah jenis dan karakter yang ada dalam seni musik.

1. Musik Tradisional

Musik tradisional adalah jenis musik yang berasal dari tradisi pada suatu daerah yang hidup dan berkembang di dalam masyarakatnya. Musik tradisional ini cenderung dijadikan sebagai kebudayaan setempat sebab berkaitan langsung dan seolah menyatu pada kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Musik tradisional ini juga dapat dibagi lagi menjadi dua ragam yakni:

  1. Tradisional Rakyat: berasal dari kebudayaan masyarakat, berbentuk sederhana, dan menyatu dengan kehidupan rakyat.
  2. Tradisional Klasik: seni musik rakyat yang telah mengalami penyempurnaan dengan bentuk lingkungan artistik, sehingga hasilnya lebih halus dan biasanya dibawakan oleh para seniman keraton. Contohnya berupa karawitan dan gending Jawa.

Karakteristik Musik Tradisional

  • Sifat: tenang dan khidmat. Sebab, biasanya musik tradisional ini akan dipentaskan untuk upacara-upacara ritual tertentu yang sakral.
  • Audience: penikmat seni musik tradisional dan seniman.
  • Jarak Pandang:
    jarak antara penonton dengan musiknya relatif dekat, bahkan biasanya tidak memerlukan lagi alat pengeras suara.
  • Hubungan: Sistem pementasan antara pemusik dengan penonton hanya berlangsung satu arah.
  • Akustik Ruang: Menjadi hal penting supaya dapat memperoleh kejelasan suara, terutama bagi para seniman. Jika ruangan muncul gangguan suara seperti gema, gaung, dan gaduh, maka dapat mengurangi kenyamanan ketika menikmati pertunjukan.

ii. Musik Modern

Musik modern adalah sebuah karya musik yang didasarkan pada prinsip modernisme, yakni dengan menitikberatkan pada nilai-nilai universalisme. Keberadaan musik mod ini lebih mudah ditemui dalam perkembangan masyarakat modern seperti saat ini, sebut saja ada
pop, jazz, stone, EDM, dejection, R&B, Rap, Reggae,
dan masih banyak lagi.

Karakteristik Musik Modern

  • Sifat: bebas dan santai. Dalam pertunjukkan jenis musik mod, tidak terdapat aturan yang mengikat sehingga pemusiknya lebih melakukan improvisasi supaya penampilannya lebih menarik.
  • Audience: masyarakat umum dengan rentang usia beragam.
  • Jarak Pandang: jarak antara pemusik dengan penonton relatif dekat dan bahkan bersifat bebas. Tak jarang, penonton akan diajak untuk bernyanyi bersama supaya suasana menjadi lebih meriah.
  • Hubungan: terjadi hubungan atau komunikasi 2 arah antara pemusik dengan penonton.
  • Akustik Ruang:
    Tidak terlalu diutamakan, sebab penonton lebih menitikberatkan pada penampilan pemusik di atas panggung dibandingkan suara yang dihasilkan pemusik. Maka dari itu, tak jarang pemusik akan menggunakan teknik
    lipsync.
  • Pencahayaan: Menggunakan tata cahaya khusus untuk menghidupkan suasana. Biasanya penggunaan sinar laser sebagai
    groundwork stage, kembang api, dan lainnya.

iii. Musik Kontemporer

Musik kontemporer adalah jenis musik yang ada pada pasca masa modernistic sebagai wujud atas kembalinya upaya mencari nilai budaya dan kemasyarakatan dalam kesenian. Biasanya, musik jenis ini berupa musik tradisional yang kemudian diolah kembali menggunakan teknologi mod sehingga menghasilkan sebuah musik kreasi baru.

Karakteristik Musik Kontemporer

  • Sifat: tenang dan santai. Meskipun musik ini dasarnya adalah musik tradisional, tetapi melalui proses improvisasi menggunakan teknologi modern maka akan menghasilkan musik kreasi baru yang lebih santai. Tak jarang, penampilannya juga lebih santai dan bebas alias tidak kaku.
  • Audience: seniman, pengamat musik, dan masyarakat umum.
  • Jarak pandang:
    terdapat jarak antara stage dengan penonton, yakni supaya penonton dapat menonton ke arah stage secara bebas dan jelas. Selain itu juga supaya pemusik dapat bergerak kesana-kemari di area panggung.
  • Hubungan: Sering terdapat komunikasi dua arah antara pemusik dengan penonton berupa dialog untuk memecah suasana.
  • Akustik Ruang:
    Menjadi hal penting, sebab dalam jenis musik kontemporer ini selain dinikmati dari atraksi panggung, juga pada kualitas musiknya.
  • Pencahayaan: Menjadi hal penting, terutama untuk mendukung nilai musik yang ada.
Baca Juga :   Apa Itu Larik Bermajas

iv. Musik Klasik

Pada dasarnya, musik klasik adalah musik yang lahir dari budaya Eropa sekitar tahun 1750-1825. Musik klasik ini digolongkan dalam periodisasi tertentu, mulai dari periode klasik, bizarre, rokoko, dan romantik. Hingga saat ini, musik klasik sering dikaitkan dengan tokoh-tokoh besarnya, yakni Mozart, Bach, Beethoven, atau Haydn.  Keberadaan musik klasik kerap diartikan sebagai genre musik yang penuh dengan keindahan dan intelektualitas tinggi pada semua zaman, baik itu berupa simfoni Mozart, kantata Bach, maupun karya-karya pada abad 20.

Musik klasik kerap kali dikaitkan dengan klasikisme, gaya seni, sastra, maupun arsitektur dari Eropa terutama pada abad ke-18. Salah satu karakteristik utama dari genre musik ini adalah memberi lebih banyak arti pada musik instrumentalnya. Dalam sebuah musik klasik, memiliki irama dan nada yang teratur, bukan zippo-nada miring. Bahkan para ahli musik berpendapat bahwa genre musik ini juga dapat dipergunakan sebagai alat pendidikan sekaligus alat untuk mempertajam kecerdasan manusia, sebab memiliki three unsur keseimbangan, yakni: melodi, ritme, dan timbre (tone color)

Contoh karya musik klasik yang hingga saat ini masih dikenal dan dimainkan dalam orkestra, misalnya:

  • 4 Seasons Leap, karya Antonio Vivaldi
  • Canon in D Major, karya Johann Pachelbel
  • Toccata and Fugue in D Minor, karya J.Due south Bach
  • Eine Kleine Nachtmusik, karya W.A Mozart
  • The Blue Danube, karya Johann Strauss Ii

Karakteristik Musik Klasik

  • Sifat: tenang dan penuh dengan konsentrasi. Hal tersebut karena penampilan jenis musik ini cenderung formal, sehingga baik pemusik maupun penontonnya akan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.
  • Audience: seniman, pengamat musik, dan masyarakat umum.
  • Jarak Pandang: terdapat jarak antara stage dengan penonton. Hal tersebut supaya kedua pihak juga mendapatkan keleluasaan pandangan.
  • Hubungan: Komunikasi antara pemusik dengan penonton berlangsung secara satu arah, sehingga penonton hanya menikmati saja.
  • Akustik Ruang:
    Menjadi hal penting, sebab dalam jenis musik ini kesempurnaan penampilannya menjadi kualitas akan keberhasilan, sehingga gangguan suara harus sebisa mungkin dihindari.
  • Pencahayaan: terdapat tata cahaya khusus ke arah
    stage.

Fungsi Seni Musik

Keberadaan seni musik dalam kehidupan manusia sehari-hari ini tentu saja memberikan banyak manfaat, sama halnya dengan karya seni lainnya. Nah, berikut ini adalah fungsi-fungsi atau manfaat seni musik dalam kehidupan manusia.

1. Sebagai Sarana Ekspresi Diri

Maksudnya, musik dapat menjadi wadah terutama bagi pemusik untuk mengungkapkan perasaannya. Jika ingin mengungkapkan perasaan bahagia, maka biasanya pemusik akan memainkan irama dengan tempo cepat dan menggebu-gebu. Sementara itu, jika pemusik tengah memiliki perasaan sedih, maka dirinya akan memainkan irama dengan tempo pelan dan halus.

2. Sebagai Sarana Komersial

Musik juga sering dijadikan sebagai sumber penghasilan oleh para seniman. Penghasilan ini diperoleh dengan cara menjual rekaman hasil karya musik mereka dalam bentuk CD (Meaty Disc) atau kaset di pasaran. Bahkan tak jarang, karya musik mereka akan dikontrak atau dibeli langsung oleh rumah studio film dan agensi iklan sebagai
backsound
mereka.

Baca Juga :   Sifat Bayangan Akhir Mikroskop

3. Sebagai Sarana Komunikasi

Selain menghasilkan bunyi yang enak untuk didengar, bunyi dalam seni musik juga mengandung pola ritme yang mana memiliki maksud dan tujuan tertentu. Biasanya, musik ini akan digunakan dalam sebuah upacara khusus.

4. Sebagai Sarana Kreativitas

Pada dasarnya, kreatif adalah sifat murni yang ada di dalam setiap individu dan turut mengiringi pada kepribadian dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Maka dari itu, musik juga dapat dijadikan sebagai wadah pemenuhan kreativitas manusia.

5. Sebagai Sarana Terapi

Apakah
Grameds
tahu jika keberadaan musik ternyata dapat digunakan sebagai terapi pasien, terutama bagi mereka memiliki gangguan mental maupun kelumpuhan pada organ tubuh. Tidak hanya itu saja, musik juga sering digunakan sebagai relaksasi pada sistem pola otak yang lelah bekerja. Penggunaan musik sebagai terapi ini ternyata sudah diterapkan pasca perang dunia kedua terutama untuk memulihkan mental para korban perang.

6. Sebagai Sarana Pendidikan

Keberadaan seni musik juga kerap dimanfaatkan terutama dalam bidang proses pembelajaran. Nyatanya, sekarang ini sudah banyak sekolah yang memasukkan seni musik ke dalam sistem pendidikan mereka supaya para peserta didiknya lebih peka akan musik, yang mana dikenalkan melalui lagu-lagu perjuangan.

7. Sebagai Sarana Upacara

Seni musik ini juga berkaitan erat dengan kelangsungan upacara-upacara tertentu. Misalnya upacara adat, upacara kenegaraan, upacara perkawinan, hingga upacara kematian. Peran seni musik sebagai sarana upacara ini adalah supaya menambah kekhidmatan masyarakat pada suatu upacara yang bersangkutan.

viii. Sebagai Sarana Tari

Keberadaan musik dan tarik adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Secara tidak langsung, kedua seni tersebut memiliki pola dan ritme yang sama. Jadi dapat disebut bahwa suatu tarian tanpa diiringi irama musik, maka akan terlihat hampa dan bahkan menyulitkan penari untuk lebih berekspresi.

9. Sebagai Sarana Hiburan

Apakah
Grameds
tahu bahwa sejak zaman dahulu, keberadaan seni musik ini telah dimanfaatkan oleh orang-orang pada masa itu sebagai media untuk hiburan, yang mana bukan hanya ditujukan untuk dirinya sendiri tetapi juga masyarakat umum. Contohnya, dalam tradisi musik tradisional yang biasa “digandengan” dengan lelakon wayang. Atas adanya perpaduan tersebut, ternyata benar-benar menghasilkan sebuah karya seni yang membuat orang-orang merasa terhibur.

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu medium dari seni musik dan jenis-jenis musik yang kerap ditemui di kehidupan ini. Apakah
Grameds
juga sering memanfaatkan musik sebagai media hiburan ketika merasa bosan?

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber:

Mulyono, D. (1999).
Gedung Pagelaran Seni Musik Di Yogyakarta.

Baca Juga!

  • Mengenal 3 Jenis Suara Wanita dan Unsur-Unsur Musik
  • Sejarah dan Perkembangan Musik Klasik
  • Sejarah Perkembangan Orkestra dan Contoh Alat Musiknya
  • Pengertian Interval Lima Nada
  • Perkembangan dan Sejarah Dangdut di Indonesia
  • Mengenal SM. Mochtar, Sang Pencipta Lagu Kasih Ibu
  • Ciri-Ciri dan Fungsi Lagu Daerah
  • Daftar Tembang Macapat dan Maknanya
  • Contoh Alat Musik Gamelan dan Cara Memainkannya
  • Pengertian dan Urutan Tangga Null
  • Jenis Interval Naught Dalam Seni Musik

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Seni Musik Tradisional Memiliki Media Utama Seperti Musik Lainnya Yaitu

Source: https://www.gramedia.com/literasi/medium-seni-musik/