Sinden Tegese

Sinden Tegese




Ada-ada.

Bentuk lagu dari seorang
dhalang, umumnya digunakan dalam menggambarkan suasana yang tegang atau marah, hanya diiringi dengan
gender.




 



 Adangiyah. Nama dari jenis lagu
rebab
yang pada umumnya digunakan untuk buka terutama dalam
gendhing-gendhing
yang terlaras
Pelog


lima
,
nem,

dan
barang
yang menggunakan lagu dengan notasi untuk Pelog lima 3 ….2165, untuk
pelog nem  6 …..3216, dan
Pelog barang
dengan 2… seven 2 vii 6 5, masing –masing dilagukan dua kali disambung lagunya.


 



Adeg.
Kedua telapak kaki secara datar menapak lantai, dengan tidak ada kelanjutan tari.


 




Alok.

Suara orang (biasanya pria) dengan nada bebas tetapi sudah tertentu penempatannya dimasukan di dalam lagu gendhing.
Hake, lo lo lo, huak, dan lain-lain.


 


 Ambah-ambahan. Tempat berpijaknya suatu null dalam suatu lagu atau
gendhing. Contoh amabah-ambah
rebab, sindhen, berkisar pada nada gedhe.


 




Anawengi.

Alat untuk mengangkut gamelan dengan cara dipikul oleh 2 sampai 4 orang. Ancak ini dibuat dari papan kayu berbentuk persegi panjang dengan diberi tali untuk mengkaitkan alat pemikul.


 




Ancak.

Alat untuk mengangkut gamelan dengan cara dipikul oleh 2 sampai 4 oarng. Ancak ini dibuat dari papan kayu berbentuk persegi panjang dengan diberi tali untuk mengkaitkan alat pemikul.


 




Ancer.

Semacam titik yang terletak di bagian atas
pencu.
Ancer sesungguhnya bekas tempat jarum bubut, karena untuk menghaluskan
kenong atau bonang atau kempul
biasanya dengan jalan dibubut.


 




Anggong
. Orang yang bertugas mengatur gamelan bila sedang diadakan pertunjukan.


 




Angkatan
. Permulaan atau awal dari suatu bentuk lagu. Misalnya angkatan lagu atau tembang Pocung dimulai dari nix tiga, umumnya untuk sebutan di dalam vokal.


 




Ayak-ayakan.

Suatu bentuk gendhing dimana  jumlah
kenongan, kempul, serta gong
tidak tertentu. Pada umumnya sebelum akhir gendhing tidak menggunakan gong ajeg.


 




Ayun-ayun
. (i) Sejenis Wulang Sunu diciptakan oleh Kiai Abdulaan dari desa Grabag ( daerah Temanggung ). Perunjukan Ayun –ayun yang dipentingkan adalah pembacaan – pembaaan selawat Nabi dalam bentuk tembang. Gerak tarinya dengan posisi duduk, dan hanya kepala yang digerakan serta badan meliuk-liuk saja,. (2)Nama gendhing, biasanya laras
pelog,
yang  digunakan  untuk mengiring tari
Golek Ayun-ayun, diciptakan oleh Sasminta Mardawa dari Yogyakarta.


 




Balunganing Gendhing
. Kerangka dari suatu gendhing dan meliputi wilayah  nada-zippo
gendhing
sedang dimainkan.


 




Bantalan
. Benang yang dibalut dengan kain sebesar ibu jari digunakan sebagai alas

bilahan gambang.

Ada kalanya bahan ini berupa ijuk yang dibalut kain.


 




Bapangan.

Instrumen gamelan jenis
pencon
tetapi yang dibuat mengkilat yaitu dengan cara dikikir pada bagian pencurai dan recep.


 




Barang
. Nama aught di dalam gamelan. Untuk pencatatannya bisa diganti dengan angka one untuk laras 
slendro
dan 7 untuk laras
pelog
.


 




Barang Miring
. Nama larsa gamelan di mana laras
bakunya slendro, tetapi pada vokal atau suara rebab dicampur dengan laras-laras vokal
pelog.


 

Baca Juga :   Lagu Wajib Menggunakan Irama Yang Penuh




Bawa Swara
. Suatu teknik tembang yang dipergunakan untuk memulai atau mengawali satu

gendhing
yang pada umumnya dilakukan oleh seorang pria.


 




Bem
. zero gamelan pelog dengan cypher angka satu, istilah umum di daerah Yogyakarta.


 




Bendha.

tabuh (alat pemukul ) gender dan gambang. Bendhe. nama instrumen bentuknya seperti
kempul
tetapi kecil.


 




Besalen
. Tempat membuat gamelan yang didalamnya terdapat tungku untuk alat
pengecor gangsa
yaitu bahan baku dari gamelan perunggu (campuran dari tembaga dan timah putih )


 




Bliu Tau
. Cara belajar memainkan salah atu instrumen gamelan misalnya
rebab

tetapi tanpa metode yang benar, umumnya hanya dengan mendengarkan kemudian menirukan.


 




Blimbingan
. Bentuk bilahan atau batang saron, gender yang berpenampang trapesium. Selain tersebut di atas ada juga
bonang, kenang nihon
yang bersegi banyak seperti
gamelan pelog
RII Yogyakarta yang berasal dari zaman Sultan Hamengkubuwono 8.


 




Blumbangan.

Bentuk warangka yang pada bagian tertentu melengkung. Bagian itu dinamakan blumbangan karena seperti blumbangan (kolam).


 




Bonang
. Instrumen jenis pencon yang disusun horisontal terdiri dua deret  yang diletakkan di atas tali
pluntur yang direntangkan pada rancakan. Untuk Yogyakarta masing-masing deretan jum,lahnya 5. Jumlah seluruhnya 10
pencu. Untuk laras
Pelog
jumlah seluruhnya 14
pencu.


 




Bonangan.

(1) teknik di dalamnya cara memainkan instrumen
bonang. (ii) bentuk jenis gendhing di mana yang memegang peranan adalah instrumen
bonang.
Misalnya dalam hal memulai gendhing. dalam jenis gendhing bonangan ini tidak menggunakan instrumen rebab, gender, gambang. Untuk daerah Yogyakarat digunakan istilah soran.


 




Barung Bonang
. Bonang yang bertugas memimpin melodi dalam lagu atau
gendhing.


 




Panembung, Bonang
. jenis
bonang
yang nadanya paling rendah dan bentuknya paling besar di antara bonang-bonang lainnya.


 




Penerus, Bonang
. Jenis bonang yang bentuknya paling kecil dan nadanya paling tinggi diantara

bonang-bonang

lainnya.


 




Bubaran.

Bentuk gendhing yang terdiri dari 16
balungan
pokok dalam
satu gong.
Tiap empat balungan poko disertai pukulan
kenong, balungan
pokok yang ke-half-dozen,10 dan 14 disertai pukulan
kempul, sedangkan pada balungan pokok yang gasal disertai pukulan kethuk 7 5 7 half dozen 7 5 7 half dozen seven five 7 6 3 5 vi 7 balungan pokok.


 




Buka
. lagu yang dibunyikan untuk mengawali dan sebagai tanda dimainkan suatu

gendhing
. Instrumen yang biasa dipakai untuk buka ialah
gender, rebab,bonang dan kendhang.


 




Bumbungan.

Bumbungan bambu  atau seng yang dibentuk bulat mirip tabung dengan tinggi sekitar 60 cm, yang dipasang berderet urut dari yang besar sampai yang kecil yang dipasang di dalam rancakan gender sebagai resonator. Jumlah bumbungan ini sesuai dengan banyaknya bilahan
gender, slenthem. Untuk gender umumnya berjumlah 13 sampai 14 buah.


 




Buntar.

Bagian punggung dari bilahan pada
saron, gender, slenthem
dan yang lain berbentuk bilahan. Bagian buntar ini tempat mengkikir bilah-bilah itu sedang dilaras.


 




Cakepan
. Kalimat yang dipergunakan oleh Vokalis di dalam suatui lagu atau
gendhing

umumnya berupa bentuk
tembang, mungkin juga ciptaan baru yang bentuknya bukan dari tembang, misalnya di dalam suatu gendhing yang sudah ada tetapi diciptakan lagu dengan cakepannya.

Baca Juga :   Macam Macam Gerakan Tangan Dalam Tari


 




Cakilan Rebab
. Semacam paku dari kayu yang menancap pada bagian bawah dari
rebab
pada popor ngisor sebagai tempat mengkaitkan dawai.


 




Calung.

Instrumen gamelan yang dibuat dari bambu yang direntangkan  berjajar dengan tali pada bagian atas dan bawah dari yang kecil sampai yang besar. Suara calung ini mirip dengan gambang dan sangat terkenal di daerah Banyumas.


 




Cemengan
. Bentuk pencon  di mana semua bagian tidak dikikir sehingga warnanya tetap hitam. Bentuk cemengan ini umumnya pada instrumen jenis gong ageng atau
gong

suwukan


 




Centhe.

Nama instrumen
saron
yang paling kecil nadanya, umumnya untuk menyebut jenis gamelan barut  Istilah ini umumnya digunakan di pedesaan.


 





Clempung.

Nama instrumen golongan instrumen petik.


 




Cluring
. Nama instrumen yang bentuknya seperti mangkuk yang diletakkan di atas rancakan


 




Cokekan.

Susunan instrumen gamelan yang terdiri dari
siter, slenthem, kendhang batangan, gong kemodhong. Cokekan ini umumnya dimainkan secara berkeliling dari satu tempat ke tempat lain. Di Yogyakarta disebut gembrotan.


 




Coklekan.

Gerak tekukan kepala ke samping kiri atau kanan pada tari gaya Yogyakarta.


 




Congklang
. gerak tari pada tari kuda kepang mirip dengan gerak drap (lihat drap), tetapi kakinya lurus tidak ditekuk, iramanya agak pelan daripada drap.


 




Dados.

Suatu gendhing yang beralih ke gendhing lain dengan bentuk yang sama, misalnya Ladrang Sembawa dados Ladrang Playon.


 




Daga
. Bagian di atas watangan) yang berbentuk bulat kerucut dan berkerat-kerat, di bagian atas dan bawah terdapat lubang tempat masuknya
semat (kupingan) suara untuk masing-masing dawai.


 




Dhawah
. Sejenis gendhing  yang berbunyi karena bawa


 




Dhendha.

Tabuh (alat pemukul) kempul, gong dan bendhe.


 




Dhendhan
. Kayu bulat yang terletak pada kanan dan kiri bagian atas rancakan
gender
dimana ada lubang untuk memasukkan
pluntur
sebagai tali untuk merentangkan bilahan gender. Dhendhan ini merupakan alat pengencang pluntur. Di daerah Yogyakarta ada yang mirip bentuk nisan (dhendhan kijingan).


 




Dhendhan Kijingan
. Sama dengan dhendhan umumnya digunakan di daerah Yogyakarta ada yang  mirip bentuk nisan


 




Dhodhog.

Nama instrumen bentuknya seperti
bedhug
, tetapi yang ditutup dengan kulit hanya satu sisi saja, sehingga sisi yang lain tetap terbuka. Dhodhog sering pula disebut drodhog atau jedhor.


 




Dhong-Dhing.

Di dalam irama gamelan terdapat sabetan matra, dimana pada hitungan pertama jatuh pada sabetan matra yang ringan disebut jatuh dhing, dan pada jatuhnya sabetan matra yang berat (kedua) disebut jatuh pada dhong.


 




Dhong Gedhe
. Susunan notasi dari gamelan selalu terdiri dari empat deretan cipher yang disebut satu gatra. Pada hitungan kedua disebut jatuh pada dhong cilik, dan pada hitungan ke empat disebut jatuh pada dhong gedhe.


 



Dijuluk. Cara untuk menaikkan nada pada gamelan. UIntuk jenis bilahan dengan cara pada bagian buntar dikikir sedikit demi sedikit sehingga zero yang dikendaki, sedang untuk instrumen jenis pencon yang dikikir adalah bagian
pencu,
dan untuk jenis
gong
dengan cara pencu bagian dalam didhedheg.

Baca Juga :   Takdir Muallaq Bisa Berubah Sesuai Usaha Yang Dilakukan Manusia Sebab


 




Gambang
. Nama instrumen, bentuknya bilahan dan dibuat dari kayu.
Gambang
mempunyai 21 bilahan dengan 5 nix yang terdiri dari five oktaf, yaitu 5 six 1 two 3 5 6 1 ii 3 5 6 one 2 3 five 6 i ii 3 5.


 




Gambang Kayu.

Instrumen gamelan dengan bilah-bilah dari kayu yang jumlahnya 17 sampai 21 bilah, mirip dengan cyclophone pada musik barat. Bilah-bilah itu diletakkan di atas grobogan, dengan diberi paku sebagai pengencangnya. Di dalam gamelan gambang merupakan instrumen yang paling banyak mempunyai nada-nil. Bilah gambang yang baik dibuat dari jenis kayu selangking barlean, kalanggi dan gembuk. Gambang dipukul dengan dua buah alat pemukul yang berbentuk bundar dengan tangkai pemegang dari tanduk kerbau yang dikecilkan sehingga dapat meluntur.


 




Gamelan

Barut. Jenis gamelan yangbahannya dibuat dari besi, umumnya dari besi plat untuk
saron dan gong
dibuat dari drim bekas tempat minyak tanah.


 




Gamelan Gadhon
. Susunan instrumen gamelan yang dimainkan secara tidak lengkap, instrumennya terdiri dari kendhang, ciblon, gender, barung, rebab, gambang dan gong kemodhong, ada kalanya memakai suling.


 




Gamelan Gedhe
. Susunan gamelan yang lengkap. Istilah ini pada umumnya untuk menyebut gamelan yang dibuat dari perunggu. Gamelan gedhe ini terdiri dari dua
laras, slendro dan pelog.


 




Gamelan Klenengan
. Sama dengan susunan gamelan gedhe.


 




Gamelan Krumpyung
. Seperangkat gamelan yang semua instrumennya dibuat dari bambu. Gamelan macam ini banyak ditemukan di daerah Wates Yogyakarta.


 




Gamelan Kuningan
. Jenis gamelan yang bahannya dibuat dari kuningan, umumnya dari pipa
kuningan beksa
yang tebalnya ¼ cm.


 




Gamelan Senggaden
. Jenis gamelan yang berbentuk kecil-kecil, kenong, kempul, gong, bonang semuanya direnteng ini sama dengan laras
gamelan gendho. Karena bentuknya yang ringkas, gamelan ini dapat dimasukkan ke dalam kotak.


 




Gamelan Wayangan
. Seperangkat gamelan yang digunakan untuk mengiringi wayang kulit purwa dan wayang gedhog. Untuk iringan wayang kulit purwa menggunakan gamelan
laras slendro,
sedangkan wayang gedhog menggunakan iringan
gamelan pelog. Dahulu susunan instrumen pengiring wayang purwa terdiri dari sebuah
rebab, satu kedhang wayangan, slenthem, suling, kethuk, three buah kenong, 3 buah kempul, 1 buah gong suwukan, one buah gong ageng, ane demung, 1 saron penacah dengan bilah sembilan dan 1 buah peking kecer.


 




Gangsa
. bahasa halus (krama) dari gamelan. Istilah ini diambil dari kata tembaga dan rejasa yang disingkat menjadi ga dan sa, kemudian berubah menjadi gangsa, karena bahan pokok dari gamelan itu berhasil dari campuran tembaga dan rejasa (timah putih), dengan perbandingan three dan 10 (tiga lan sedasa).


 



Gangsaran
. Bentuk gendhing yang terdiri dari 8 balungan pokok dalam southward

Sinden Tegese

Source: https://budaya.jogjaprov.go.id/artikel/detail/449-istilah—istilah-gamelan-dan-seni-karawitan