Ciri Orang Yang Gemar Membaca

Ciri Orang Yang Gemar Membaca

Kurang lebih sudah hampir 2 tahun Penulis
full
bekerja dari rumah allonym
Work from Home. Di saat tempat lain sudah mulai bekerja dari kantor, kebijakan di tempat Penulis masih mempersilakan karyawannya untuk tetap kerja dari rumah.

Tantangan dari bekerja di rumah adalah
harus pintar mengelola waktu. Meskipun sama-sama memiliki jam masuk dan pulang, kita harus bisa menjadi “bos” untuk diri sendiri dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

Selama dua tahun tersebut, tidak jarang Penulis menemukan kesulitan dalam hal tersebut karena berbagai alasan, termasuk rasa malas yang sangat menggoda. Untuk itu, Penulis perlu menemukan sebuah metode yang bisa membantunya mengatur waktu.

Dari berbagai metode yang pernah dicoba, membuat

to-practice list
harian

sangat membantu Penulis untuk menentukan skala prioritas dan daftar pekerjaan apa yang harus diselesaikan. Selain itu,

time blocking
juga sangat membantu. Apa itu?

Apa Itu Time Blocking?

Visual Ketika Melakukan Time Blocking (Todoist)

Secara sederhana,
fourth dimension blocking
adalah sebuah
metode manajemen waktu yang membagi hari menjadi beberapa blok
tertentu. Seringnya, blok waktu tersebut akan bersifat “umum” dan selama periode tersebut tidak boleh melakukan pekerjaan lain.

Contoh, ada blok waktu “Kerja” antara pukul 9 sampai half-dozen. Nah, di dalam blok waktu tersebut kita tidak boleh melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengalihkan pikiran kita ke hal lain
yang mampu mendistraksi fokus kita.

Jadi selama blok waktu “Kerja”, aktivitas seperti bermain
game, nonton YouTube, bahkan menulis artikel blog tidak boleh dilakukan. Harus benar-benar berusaha mengendalikan fokus, kalau perlu singkirkan semua distraksi seperti ponsel.

Time blocking
merupakan metode yang akan menyederhanakan daftar pekerjaan atau aktivitas yang akan dilakukan pada hari tersebut. Dengan lebih fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu (cheerio bye multitasking), pekerjaan pun akan selesai lebih cepat.

Bagi Penulis, adanya
time blocking
seperti ini sangat membantu untuk
mengetahui akan melakukan apa hari ini
dan
mana yang perlu diprioritaskan
, apalagi jika dibantu dengan
to-do listing
harian.

Baca Juga :   Jelaskan Perbedaan Perikanan Darat Dengan Perikanan Laut

Dengan begitu, Penulis akan bisa memiliki hari yang lebih produktif karena di dalam
mindset-nya ada target-target yang harus diselesaikan.

Contoh Fourth dimension Blocking di Tempat Kerja

Contoh Time Blocking (NotePlan)

Kalau Penulis pribadi, biasanya akan
membagi waktunya secara umum
dulu, baru
di-breakdown
menjadi lebih rinci

lagi melalui
to-do list
harian. Penulis akan memberikan contoh dalam
dalam blok kerja.

Jika hanya diblok kerja selama 8-9 jam, ada potensi di sela-sela waktu tersebut akan melakukan hal-hal lain karena kurang spesifiknya pekerjaan yang akan dikerjakan. Untuk itu, Penulis akan memisahnya menjadi beberapa bagian.

Misal, blok kerja pertama antara jam 9 hingga jam xi/12 digunakan untuk rapat, cari topik,
begin, cek surel, dan beberapa pekerjaan non-edit lainnya. Dengan kata lain, pekerjaan-pekerjaan “remeh” dan tidak membutuhkan waktu lama dikerjakan di sini.

Setelah jam istirahat siang, biasanya Penulis akan lebih fokus untuk melakukan edit tulisan karena di jam itulah para
writer
sudah menyelesaikan beberapa tulisannya. Jika sedang tidak ada artikel yang diedit, maka Penulis biasanya mencari berita-berita baru.

Sore menjelang jam pulang kantor, Penulis melakukan pekerjaan seputar cek ulang dari pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilakukan pada hari tersebut, seperti memeriksa apakah semua artikel yang dijadwalkan tayang sudah selesai atau belum.

Selain itu, jika ada pekerjaan-pekerjaan baru yang di luar rutinitasnya, Penulis akan memasukkannya ke dalam slot yang paling kosong. Misal, jika ada artikel yang perlu ditulis, Penulis akan menulisnya di pagi hari atau menjelang jam pulang.

Mungkin orang lain yang tidak terikat jam kantor seperti
content creator
akan memiliki metode waktu yang berbeda, seperti melakukan blok tergantung harinya (Senin fokus
brainstorm
ide, Selasa pengambilan konten, dst). Namun, konsepnya tetap sama.

Bagaimana Time Blocking untuk Waktu-Waktu Lainnya?

Bisa Diterapkan di Luar Kerja? (Glintz)

Itu untuk waktu kerja, bagaimana dengan waktu di luar itu? Penulis pun berusaha untuk tetap menerapkan
time blocking, walau untuk bisa merealisasikannya lebih berat dibandingkan
fourth dimension blocking
di waktu kerja (terutama karena disiplin diri yang kurang).

Baca Juga :   Contoh Karangan Singkat Tentang Cita Cita

Idealnya, Penulis ingin memiliki blok waktu antara jam 5 hingga 7 pagi untuk melakukan rutinitas pagi harian. Setelah itu, ada blok waktu untuk belajar sesuatu yang baru seperti tentang kepenulisan maupun SEO.

Selepas jam kantor antara jam 7-8 adalah blok waktu untuk makan malam dan istirahat. Jam 8-9 adalah blok waktu untuk menulis artikel di blog ini. Setelah itu, jam 9 ke atas adalah blok waktu untuk rutinitas malam dan aktivitas santai lainnya.

Jadi jika disimpulkan, blok waktu harian yang Penulis idamkan (karena belum terlaksana semua) adalah sebagai berikut:

  • 05:00 – 07:00 Rutinitas Pagi Harian (Membersihkan Kamar, Olahraga Pagi, Mencatat To-Exercise List dll)
  • 07:00 – 08:00 Belajar Hal Baru (Ikut Kelas Online, Belajar Lewat Aplikasi, Baca Buku, dll)
  • 08:00 – 08:thirty Persiapan Kerja (Sarapan, Mandi)
  • 08:30 – 12:00 Kerja (Riset Topik Artikel, Morning Concall, Brainstorm, Cek Email, Menulis Artikel, dll)
  • 12:00 – 13:00 Istirahat, Sholat, Makan Siang
  • 13:00 – fifteen:thirty Kerja (Edit Artikel)
  • fifteen:30 – 16:00 Istirahat, Sholat
  • 16:00 – xviii:30 Kerja (Edit Artikel, Menulis Artikel, Cek Pekerjaan Harian, dll)
  • 18:30 – 20:00 Istirahat, Sholat, Makan Malam
  • xx:00 – 21:00 Menulis Artikel Blog
  • 21:00 – 22:00 Waktu Santai
  • 22:00 – 23:00 Rutinitas Malam Harian (Minum Vitamin, Mencatat Jurnal Harian, Cuci Muka, dll)
  • 23:00 – 05:00 Tidur

Salah satu tujuan dari Penulis membuat artikel ini memang untuk memotivasi lagi dirinya agar bisa melakukan
time blocking
seperti yang sudah disusun di atas. Ah, alangkah indahnya jika Penulis bisa melakukannya
secara konsisten.

Beneran Seproduktif Itu?

Percaya deh, Time Blocking Itu Susah! (NotePlan)

Terdengar sangat produktif? Iya, tapi pada kenyataannya Penulis merasa sangat sulit bisa mendisiplinkan diri untuk memenuhi blok-blok waktu yang sudah dibuatnya. Blok di waktu kerja saja kadang meleset, apalagi blok waktu lain yang relatif tidak terlalu mengikat.

Hal sederhana seperti tidak tidur lagi setelah sholat Shubuh pun masih Penulis lakukan, sehingga kehilangan waktu untuk belajar. Malam hari, Penulis lebih suka
leyeh-leyeh
sambil nonton TV di kamar atau master gim daripada menulis artikel web log.

Baca Juga :   Perlawanan Pangeran Diponegoro Ringkasan Perjuangan

Hanya saja, Penulis merasa bahwa
fourth dimension blocking
ini sangat
cocok untuk orang-orang yang menyukai keteraturan. Oleh karena itu, meskipun sudah gagal berkali-kali, Penulis akan terus mencobanya karena merasa yakin ini akan berdampak positif untuk dirinya sendiri.

Selain itu, biasanya Penulis akan sedikit melonggarkan diri pada
weekend
dengan tidak membuat
time blocking. Hidup terlalu tertata juga tidak enak, perlu ada waktu yang longgar. Nanti kalau sudah masuk hari Senin, baru kita
fourth dimension blocking
kembali.

Perlu diingat bahwa memang baik jika kita mampu melakukan
time blocking
dengat tepat. Hanya saja, jangan terlalu kaku juga. Jika dirasa tidak cocok, tata ulang saja blok waktunya. Selain itu, blok yang terlalu padat juga tidak baik untuk yang baru memulainya.

Penutup

Penulis pernah mencoba untuk hidup tanpa berbagai rencana dan penjadwalan seperti ini, dan hasilnya kacau balau. Hidup Penulis benar-benar berantakan dan tidak teratur. Banyak sekali pekerjaan yang tidak selesai dan terabaikan, serta pola hidup yang jauh dari kata sehat.

Time blocking, ditambah dengan
to-do listing
harian, Penulis akui sangat membantu dirinya untuk mengatur waktu ketika bekerja dari rumah. Penulis jadi tahu apa yang akan dilakukan hari ini dan terpacu untuk menyelesaikannya.

PR utamanya adalah bagaimana kita bisa menjaga konsistensi, sesuatu yang harus diakui sangat sulit untuk dilakukan. Namun, resistansi kita ketika gagal dan mencoba lagi bisa menjadi amunisi utama untuk itu.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi para Pembaca sekalian yang tertarik untuk mencoba
time bloking
dalam kesehariannya.


Lawang, six Oktober 2022, terinspirasi setelah dirinya merasa perlu untuk kembali mengelola waktunya dengan lebih baik lagi

Foto: NotePlan

Sumber Artikel:

  • The Complete Guide to Fourth dimension Blocking (todoist.com)
  • Getting Started with Time Blocking [Template Included] | NotePlan Web log

Ciri Orang Yang Gemar Membaca

Source: https://whathefan.com/pengembangan-diri/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/