Makna Dari Lagu Halo Halo Bandung
Makna Dari Lagu Halo Halo Bandung
myavitalia.com
– Sebuah rasa kekaguman banyak diungkapkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan sebuah lagu.
Salah satu lagu wajib nasional yang menjadi yang inspirasi kekaguman terhadap bangsa dengan segenap segala pernak pernik kekayaan yang terkandung di dalam bumi nusantara adalah Lagu “Rayuan Pulau Kelapa“.
Lagu tersebut diciptakan oleh Ismail Marzuki sebagai tanda akan kekaguman beliau akan nusantara yang merupakan sebuah kumpulan kepulauan yang terbentang sangat luas, memiliki keindahan yang memukau dengan segala pemandangan dan kekayaan yang ada. Dengan lagu tersebut kita diingatkan, betapa kita tidak bersyukur atas segala keindahan dan kekayaan Indonesia yang telah diberikan secara cuma-cuma oleh Allah yang maha baik dan maha kuasa kepada rakyat Indonesia. Dan kata orang, lagu tersebut bikin orang gak betah di luar negeri. Kalau denger lagu itu, orang pasti klepek-klepek sama Indonesia, bikin kangen berat sama tanah airku ini. Nah sebenarnya bagaimana sih serba-serbi mengenai lagu ini, siapa yang menciptakan, kapan diciptakan sampai pada bagaimana notasi originalnya…
|
Lagu Rayuan Pulau Kelapa 15 November 1944. |
Ismail Marzuki adalah seorang komponis lagu kelahiran Jakarta tepatnya lahir di Kampung Kwitang pada 11 Mei 1914 dari pasangan Marzuki dan Solechah. Ia adalah pencipta lagu “Rayuan pulau kelapa” yang menjadi sebuah rayuan abadi lintas generasi. selain lagu itu masih banyak lagi karya beliau dalam lagu Nasionalnya seperti Gugur Bunga, Halo, Halo Bandung, Ibu Pertiwi, Republic of indonesia Pusaka, Karang bunga dari selatan, Melati di Tapal Batas, Selamat Datang Pahlawan Muda, dan Sepasang Mata Bola serta masih banyak yang lainnya lagi Ketertarikan Ismail Marzuki terhadap lagu sudah nampak dari kecil dan dari keluarganya. Sang ayah “Marzuki” waktu kecil sering menyayikan lagu bernuansa islami juga gemar memainkan kecapi. Sehingga kebiasaan sang ayah itu pun menurun sehingga Ismail pun germar terhadap lagu-lagu juga. Keadaan dan kondisi ekonomi orang tua yang mapan pun menciptakan seorang ismail yang berpenampilan necis, perlente dan juga memiliki kegemaran memakai dasi. Juga tak kalah pentingnya adalah Ia menjadi seorang yang terdidik dan terpelajar. Ia pertama kali disekolahkan di sekolah Kristen HIS Idenburg, Menteng, dan ia saat itu memiliki panggilan “Benyamin”. Kemudian Ia dipindahkan sekolah ke Madrasah Unwanul-Falah di Kwitang karena orang tua merasa takut akan anaknya kalau nantinya bersifat kebelanda-belandaan. Semasa Sekolah setiap kenaikkan kelas, beliau sering dibelikan alat musik seperti harmonika, mandolin, dan gitar. Sekolah dilanjutkan ke sekolah MULO, dari situ ISmail mulai membentuk Group musik dan sering mendengarkan lagu barat dan gaya Dixieland yang tengah populer saat itu. Setelah dari sekolah pun, ia bekerja sebagai kasir di Socony Service Station,.namun dirasa tidak cocok ia lalu keluar dan menjalani pekerjaan sebagai penjual piringan hitam Pekerjaan sebagai Penjual pringan hitam tersebutlah yang menjadi sebuah batu loncatan bagi Ismail yang saat itu disapa dengan panggilan Ma’ing untuk memasuki dunia musik dan composer yang sebenarnya. Dengan lingkungan sebagai penjual piring hitam tentunya saat itu menambah sebuah relasi atau kenalan terhadap para musisi, dan akhirnya juga sempat bergabung menjadi salah satu pemain musik dalam group musik saat itu yaitu pada orkes musik Lief Jawa sebagai pemain gitar, saksofon, dan harmonium pompa. Menginjak umur 20 tahun yaitu pada tahun 1934 Ismail mulai meninggalkan dunia musik barat dan menciptakan sebuah lagu untuk pertama kalinya seperti Ali Baba Rumba”, “Ohle le di Kotaraja”, dan “Ya Aini” Pada periode berikutnya tahun 1936-1937 Ismail Marzuki mulai menciptakan lagu-lagu bernuansa tradisional dan juga barat seperti My Hula-hula Girl”, juga lagu “Bunga Mawar dari Mayangan” dan “Duduk Termenung” dijadikan tema lagu untuk flick “Terang Bulan” Waktu pun terus berjalan dengan berbagai karya yang dihasilkan, dan sampai akhirnya pada masa pendudukan jepang sekitar mulai tahun 1942 yang membuat jiwa nasionalisme terhadap bangsa semakin tumbuh dan berkembang. Dengan kedaan seperti itu, arah lagu ciptaannya pun muulai berubah kearah lagu-lagu perjuangan. Maka pada masa tahun 1943-1944 mulailah muncul karya-karyanya bertema kebangsaan, perjuangan dan kecintaannya terhadap negeri ini.
Karya yang diciptakan antara lain “Bisikan Tanah Air”, “Gagah Perwira”, dan “Indonesia Pusaka” juga lagu RAYUAN PULAU KELAPA.
Lagu rayuan Pulau kelapa ini dalam partitur Not Balok yang ditulis secara orisinil dengan tulisan tangan oleh ditandatangani langsung dan ditandai sebagai ciptaannya yaitu padafifteen November 1944.
Setelah masa itu, masih banyak lagi-karya-karya lagu yang dibuatnya yang dipersembahkan untuk Indonesia. Bahkan sampai ia wafat ( 25 Mei 1958) juga meninggalkan sebuah lagu ciptaannya yang ke 103 yang belum sempat di beri judul dan syair lengkap.
Taukah anda Pulau kelapa ada dimana? Pulau kelapa ternyata benar-benar ada terdapat di daerah Kepulauan Seribu.
Mengapa Ismail marzuki menciptakan lagu ini mengambil kata Pulau Kelapa sebagai simbol keindahan republic of indonesia,mengapa bukan pulau yang lain.
Memang indah pulau kelapa, tapi masih banyak yang lebih indah darinya seperti pulau di sekitarnya seperti Pulau Tidung, Pulau Bidadari, Pulau Perak, Pulau Mutiara, Pulau Harapan atau yang lainnya.
Nah, sampai disini jangan gagal paham ya. sebenarnya Lagu rayuan pulau kelapa ini bukanlah menceritakan Pulau kelapa sebagai wilayah administrasi Kepulauan Seribu Utara secara riil, melainkan memiliki sebuah artian yang luas untuk menggambarkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke.
Dan pastilah tidak mungkin juga. dalam artian yang sebenarnya Pulau kelapa sebagai Wilayah administratif dari Kepulauan seribu Utara tidaklah banyak terdapat pohon kelapa, bahkan termasuk dikatakan jarang.
Dengan lagu ciptaanya tersebut, saya rasa Ismail marzuki ingin menceritakan tentang kekagumannya akan Bangsa Republic of indonesia ini, terlebih unutk segala keindahan dan kemakmuran yang harusnya didapatkan sebagai karunia Ilahi.
Indonesia sangat terbentang luas dengan keindahan, keaneka ragamam yang tersusun terpisahkan juga tersatukan oleh pulau dan laut sebagai negara kepulauan dengan beribu pulau.
Bahkan mungkin bis dikatakan, tidak ada negeri seindah negeri Indonesia.
Pulau kelapa ini sendiri menyimbolkan bahwa negara Indonesia adalah negara berkepulauan. Karena pada umumnya di daerah pantai sebagai negara beribu kepulauan terdapat banyak pohon kelapa.
Dan kata Rayuan sendiri, mungkin bagi saya, bisa diartikan secara bebeas, bahwa Indonesia ingin memberikan keindahan dan kecantikannya sebagai cara merayu bangsa republic of indonesia sebagai penduduknya sendiri, bahkan dunia luar untuk mencintai Nusantara ini.
Lirik lagu Rayuan Pulau kelapa, seperti judulnya sungguh sangat merayu memikat hati bagi yang menyanyikan dan mendengarkannya. Berikut lirik lagu Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki
Bait i
Tanah airku Indonesia Negeri elok amat kucinta Tanah tumpah darahku yang mulya Yang kupuja s’panjang masa
Bait 2
Tanah airku aman dan makmur Pulau kelapa yang amat subur Pulau melati pujaan bangsa sejak dulu kala
Refren:
Melambai-lambai, nyiur di pantai Berbisik-bisik, Raja G’lana Memuja pulau, yang indah permai Tanah airku Indonesia Lagu ini pas dalam pencapaian tinggi dan rendahnya bila dinyayikan dalam nada dasar DO = Bes. Dan dapat dinikmati keunikannya dengan tempo Andante yang dinyayikan secara perlahan.
Berikut Partitur Not Angka Sederhana Lagu “Rayuan Pulau Kelapa”
Semoga informasi serba-serbi mengenai lagu Rayuan Pulau Kelapa ini bermanfaat bagi kita. terimakasih.
Informasi lirik, arti, makna dan sejarah lagu Halo Halo Bandung, salah satu lagu wajib nasional Republic of indonesia yang ditulis oleh Ismail Marzuki.
Informasi
Judul : Halo Halo BandungPencipta : Ismail Marzuki
Golongan : Lagu Wajib Nasional
Lirik Lagu Halo Halo Bandung
Halo-halo BandungIbu kota perianganHalo-halo BandungKota kenang-kenanganSudah lama betaTidak Berjumpa dengan kauSekarang sudah menjadi lautan api
Mari Bung rebut kembali
Baca juga: Lirik lagu Bandung.
Makna Lagu
Halo, Halo Bandung adalah salah satu lagu perjuangan Indonesia yang menggambarkan semangat perjuangan rakyat kota Bandung dalam masa pasca-kemerdekaan pada tahun 1946, khususnya dalam peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi pada tanggal 23 Maret 1946.
About Disclaimer Kebijakan Privasi KontakSitemap
·
1 menit baca
DOKUMENTASI KOGARTAP Ii/BANDUNG
Moderator seminar Kolonel Dr Bastari (dosen Universitas Pertahanan), Ajun Komisaris Besar Dr Rusman (Polda Jabar), AM Putut Prabantoro (alumnus Lemhannas PPSA XXI), Marsma TNI Embu Agapitus (Kasgartap II/Bandung), Brigjen TNI Herianto Syahputra (Kasgartap I/Jakarta), Veronika Etty Sriwidayanti MM (Disperindag Jabar), dan Mayor CZI Asep Sugiarto (Kogartap Ii/Bandung).
BANDUNG, KOMPAS — Masyarakat Bandung didorong untuk mengawali membangun kembali budaya toleransi dan mengedepankan pluralisme di wilayah Jawa Barat. Langkah ini untuk mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme, seperti makna dalam lagu ”Halo-halo Bandung”.
Selain menunjukkan semangat nasionalisme, lagu karya Ismail Marzuki sebelum kemerdekaan Republik Indonesia itu menunjukkan semangat patriotisme (cinta tanah air) dan toleransi yang luar biasa dari masyarakat Bandung pada waktu itu.
Makna Dari Lagu Halo Halo Bandung
Source: https://memperoleh.com/apa-makna-atau-arti-yang-terkandung-dari-syair-lagu-halo-halo-bandung